Nakhoda Baru PCIM dan PCIA Mesir Periode 2020-2022

02 Maret 2020 12:15 WIB | dibaca 115

Kairo – Musyawarah Cabang Istimewa (Muscabis) Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PCIM-PCIA) Mesir selesai tepat pada (1/3) pukul dua malam waktu setempat. Musyawarah tertinggi PCIM-PCIA itu merupakan puncak dari rentetan acara yang dimulai dengan agenda olahraga dan perlombaan bertajuk “Muhammadiyah Day” satu minggu sebelumnya.

Muscabis berlangsung selama dua hari sejak Sabtu (29/2) hingga Minggu (1/3) di Markas Dakwah Muhammadiyah Mesir dan dihadiri kurang lebih 115 peserta. Acara dwi tahunan tersebut bertujuan selain untuk memilih ketua umum PCIM dan PCIA yang baru juga untuk mengevaluasi kinerja pimpinan sebelumnya.

Zaky Al-Rasyid, Lc., Dipl. selaku demisioner Ketua PCIM Mesir berharap pengurus baru dapat meneruskan hal-hal baik yang diwariskan, juga memperbaiki hal-hal yang dianggap kurang.

“Terutama menghidupkan kembali MoU antara Muhammadiyah dan al-Azhar Mesir. Bagaimanapun, PCIM ini salah satu cabang di Timur Tengah, sudah seharusnya menjadi pusat keunggulan Muhammadiyah, apalagi dengan adanya Markaz Dakwah dan segala fasilitasnya,” katanya.

Zaky Al-Rasyid dipilih sebagai Ketua PCIM Mesir dua tahun lalu, yang mana merupakan periode kepengurusan PCIM pertama yang menempati MD (Markaz Dakwah) dan inisiator berdirinya LazisMu Mesir, Ahmad Azhar Basyir Institute dan Bibliotek MD.

Di lain kesempatan, Aji Wahyu selaku ketua panitia Muscabis ke delapan ini mengakui kekurangan-kekurangan dalam kerja sama tim, terlebih masalah komunikasi di awal. “Namun, selebihnya Muscab sebagai pembelajaran kepada kita bahwa ajang diskusi dalam laporan pertanggungjawaban hari ini atas dasar wa tawashou bil-haq wa tawashou bis shabr, bukan atas dasar ana khairun minhu,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia berharap bahwa Muscabis yang ia pimpin akan menjadi peristiwa sejarah di masa depan, dan itu tak lekang dari nilai yang terkandung di dalamnya.

Senada dengan itu, demisioner Ketua PCIA Mesir 2018-2020, Ulya Kamalah, Lc. membagi kesannya selama dua tahun belakangan. ”Merupakan fase pemebelajaran yang luar biasa yang tidak didapat di bangku sekolah formal,” kenang Ulya.

Mahasiswi asal Madura itu menambahkan bahwa ia tidak lagi melihat dunia dari satu perspektif, ia juga lebih mengoptimalkan panca indera untuk memahami orang lain dan interaksi sosial.

Setelah lebih dari dua belas jam berada dalam ruang diskusi, PCIM dan PCIA Mesir pun memiliki nakhoda baru untuk dua tahun kedepan, PCIM dan PCIA Mesir masa bakti 2020-2022.

Ketua PCIM Periode 2020-2022 terpilih adalah Umair Fahmiddin, Lc. Dipl. (Mahasiswa S2 Tafsir, Al-Azhar University), sedang PCIA dipimpin oleh Amasytasya Diyaz Pratiwi. Keduanya merupakan lulusan Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta dan Madrasah Muallimat Muhammadiyah Yogyakarta yang kemudian memberikan kata sambutan sebagai bagian dari acara penutup.

Sumber: Media sosial 'Aisyiyah Mesir