Muktamirin ‘Aisyiyah akan Tempati 16 Penginapan

14 Juli 2015 18:32 WIB | dibaca 956

Makassar– Peserta muktamar Satu Abad ‘Aisyiyah akan menempati 16 hotel yang tersebar di sejumlah titik di Kota Makassar.

Hal tersebut disampaikan Nurlinda Azis, panitia otorita Muktamar ‘Aisyiyah dalam presentasi yang disampaikan di depan ratusan relawan untuk teknis penukaran mandat kepada Liaison Officer (LO) wilayah dan penanggungjawab hotel.

“Peserta sampai saat ini, berdasarkan laporan, yang terdaftar telah mencapai angka 2300, terget 2400 jadi mungkin tinggal seratusan dan kita perkirakan itu akan rampung dalam beberapa hari ke depan,” ujar Nurlinda di Gedung Serbaguna ‘Aisyiyah Sulsel pada Senin (13/07).

Target peserta sebanyak 2400 tersebut, kata Nurlinda akan ditempatkan dan disebar di 16 hotel berdasarkan wilayah asal muktamirin (peserta muktamar).

Adapun hotel tersebut antara lain, Hotel Condotel yang akan ditempati peserta Tanwir oleh peserta dari PWA Bali dan PWA Sulsel.

Hotel Horison akan ditempati BPP, Pantia pusat, AMM, dan PCIA. Hotel Astika akan ditempati PWA Sulawesi Utara. Penginapan Crow Inn untuk peserta dari Sumatra Utara dan Gorontalo. Hotel Novotel akan ditempati Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Stikes Yogyakarta, Stikes Solo, Staf Sek PPA, BPP dan panitia media.

Wisma Wirabuana akan ditempati PWA Maluku, NTB dan karyawan. Tiatira Kencana akan ditempati peserta dari PWA Jawa Tengah. Hotel Kenari akan ditempati peserta dari PWA Aceh.

Hotel Soetomo ditempati oleh peserta PWA Jawa Tengah, Sumatra Barat, dan Lampung. Hotel Istana oleh PWA Jambi, Sulawesi Tengah, dan Kalimantan Tengah.

Hotel Bonto Cinde oleh Sulawesi Tenggara, Papua, Papua Barat, dan Bengkulu. Hotel Celebes Lantimojong, PWA Jawa Timur, NTT, Kepulauan Riau, dan Bangka Belitung. Hotel Celebes Pattimura, PWA Banten, Maluku Utara, Sumatra Selatan. Hotel Losari Metro, PWA DI Yogyakarta, Jawa Barat, Riau. Hotel Venuss ditempati PWA Kalimanta Selatan.

Sementara Hotel Allson, ditempati PWA DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Utara. (Kasri)