Muhamamdiyah Kecam Keras Aksi Terorisme, Tidak Ada Zona Toleransi

14 Mei 2018 14:24 WIB | dibaca 572


 

"Muhammadiyah mengecam keras, mengutuk keras tindakan terorisme dan anarkisme serta kekerasan yang terjadi di Surabaya termasuk Sidoarjo, bahkan pagi ini di Mapolres," ucap Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PPM), Haedar Nasir yang menegaskan kembali sikap Muhammadiyah dalam Konferensi Pers Jelang Ramadhan 1439 H/2018 M di aula lantai 3 kantor PPM, Jl. Cik Ditiro no.23, Yogyakarta.

Muhammadiyah turut berduka cita serta bersimpati kepada korban yang tak bersalah akibat perbuatan biadab tersebut. "Tindakan bom bunuh diri merupakan tindakan yang oleh Muhammadiyah sebut tindakan kedzaliman dan fasad fil-ardl atau perusakan di muka bumi sehingga tindakan ini termasuk tindakan yang biadab apapun motif siapun pelaku dan apapun tujuannya," tegasnya. Haedar juga menyatakan tidak ada toleransi sedikit pun terhadap segala bentuk terorisme. "Muhammadiyah tidak memiliki dan tidak mengharapkan di tubuh bangsa ini, di tubuh umat ini, di tubuh siapapun di negeri ini zona tolerasni terhadap segala bentuk terorisme."

Haedar menghimbau kepada semua pihak untuk tetap tenang dan jernih, serta tidak mengembangkan berbagai asumsi negatif yang memberi ruang pada saling curiga dan sentimen sosial yang bermuara pada terganggunya kehidupan berbangsa dan bernegara. "Kita berharap Ramadhan dijadikan ajang untuk selain intropeski semua elit dan warga bangsa tetapi juga menciptakan suasana jernih tenang, walaupun ada peristiwa seperti ini yang kita kutuk tetapi jangan sampai kita terpecah belah, menumbuhkan asumsi yang negatif bahkan saling curiga," paparnya.

Haedar menambahkan, kepolisian dan pemerintah hendaknya mengusut kasus tragis tersebut secara tuntas, objektif, dan transaparan disertai langkah pemecahan ke depan yang semakin komprehensif antara pencegahan dan penindakan secara seksama agar tidak berulang terjadi. (Suri)