Mu’allimaat Terjunkan 12 Santri Mubaligh Hijrah ke Taiwan

20 Mei 2019 16:07 WIB | dibaca 171

Yogyakarta – Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta  sebagai sekolah kader pemimpin putri Islam memanfaatkan momentum bulan Ramadan dengan mengadakan program Mubaligh Hijrah (MH) bagi santrinya. MH merupakan program untuk terjun langsung berdakwah ke masyarakat. Program yang diwajibkan bagi santri kelas lima Aliyah ini terbagi atas tiga jenis. Pertama MH Lokal untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitar wilayah Jawa Tengah. Kedua MH Nasional untuk wilayah Sulawesi seperti Enrekang, Mamuju, Gowa, Pomala, termasuk Lombok. Ketiga MH Internasional untuk Negara Malaysia, Thailand, serta Taiwan.

Tepatnya pada Sabtu (18/05) lalu, Mu’allimat memberangkatkan 12 santri ke Taiwan lewat Bandara Adi Sutjipto, Yogyakarta. Sedikit berbeda dari MH yang biasanya dijalankan, peserta MH selama di Taiwan akan tinggal di shelter para Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Indonesia. “Jadi mereka membina TKW dari bangun tidur sampai tidur lagi, dari membaca al-qur’an, shalat jama’ah, tarawih, tausiyah. Mereka juga akan berdakwah di masjid jika memang dibutuhkan,” jelas Unik Rasyidah, Wakil Direktur Madrasah Mu’allimaat.

Menyampaikan walaupun satu ayat menjadi spirit dari Madrasah Mu’allimaat yang diamanahkan kepada peserta MH Taiwan. Kembali dijelaskan oleh Unik, misi secara pribadi dari peserta MH Taiwan ini adalah menambah wawasan keislaman di dunia luar. “Tentu mereka akan mengetahui fenomena atau wawasan keislaman di dunia luar, atau wawasan keislaman dakwah Islam di Taiwan yang tentu berbeda dengan Indonesia,” ungkapnya.

Unik menambahkan, berdakwah di Taiwan memiliki tantangannya tersendiri karena banyaknya penganut non-muslim, serta karena tradisi dan lingkungan yang berbeda dari Indonesia. “Itu akan menjadi wawasan mereka, pengalaman di sana, agar mereka mengerti bahwa Islam di dunia luar itu seperti apa sehingga mereka bisa memetakan diri apa yang harus mereka berikan di dunia luar tersebut. Selain itu menempa siswi untuk jiwa dakwah, kepemimpinan yang kuat, mental yang kuat, agar mereka bisa survive, mandiri,” tutur Unik.

Setelah tiba di Taiwan, para peserta MH disambut oleh Pimpinan Cabang Istimewa ‘Aisyiyah dan Muhammadiyah (PCIA-PCIM) Taiwan yang akan men-support segala kegiatan mereka selama di Taiwan. Yuniar, Ketua PCIA Taiwan menyampaikan bahwa para peserta MH harus kuat dan siao dengan kondisi apapun untuk berdakwah di Taiwan dan tetap tabah selama proses sehingga memberikan hasil yang baik.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Madrasah Muallimaat, Erna Agustina berpesan agar para peserta selain menjaga nama baik Madrasah Muallimaat juga tetap menjaga mental yang baja agar tidak cepat mengeluh sehingga dapat menjalankan MH ini sampai selesai.

Erna dan Madrasah Muallimat berharap para peserta MH Taiwan dan keseluruhan dapat mengambil hikmah dari program MH ini. “Mereka dapat mengambil hikmah dari program ini dengan sebaik-baiknya, pembelajaran yang baik bagi mereka, mereka tahu punya tanggungjawab menyebarkan kebaikan berada dimanapun, bukan hanya di Negara mereka, bukan hanya di keluarga mereka tetapi juga di luar, memupuk mental, jiwa kepemimpinan mereka,” tutup Unik. (AAM)