Milad ke-104 di Painan Jadi Momentum Kebangkitan ‘Aisyiyah

06 Agustus 2018 10:01 WIB | dibaca 181

 

PAINAN -- Sekitar enam ribu-an warga ‘Aisyiyah-Muhammadiyah menghadiri pengkajian milad ‘Aisyiyah 104 bertema Meningkatkan peran ‘Aisyiyah dalam usaha pemberdayaan ekonomi melalui penguatan kelompok usaha berbasis keluarga bersama Ketua PP Muhammadiyah Buya H. M. Goodwill Zubir dan ulama kondang Ustadz Solmed di Masjid Akbar Baiturrahman Painan, Pessel, Sumatera Barat, Ahad (22/7/2018).

Acara tersebut dihadiri tokoh nasional Muhammadiyah Drs. H. Darul Siska, M.Si, Anggota DPR RI Asli Chaidir, Anggota DPD RI Leonardy Harmainy, Wakil Ketua DPRD Sumbar H. Guspardi Gaus, Ketua PW Muhammadiyah Sumbar Dr. Shofwan Karim Elhusein, Istri Bupati Pessel Lizda Hendra Joni, Ketua PW ‘Aisyiyah Sumbar Dra Hj Meiliarni Rusli dan jajarannya.

Dalam pengajian yang disampaikan oleh Ketua PP Muhammadiyah Buya H. M Good Will Zubir menuturkan bahwa anak menjadi hiasan mata anak sholeh. Anak menjadi perhiasan dunia atau istilahnya qurratun zinatun haya. Selain itu, anak juga dapat menjadi fitnah dan gunjingan orang banyak, Qurratun aduwun lakum karena anak itu musuh bagi kedua orang tuanya.

Lanjutnya, ada empat tips untuk menjadikan anak sholeh dan solehah, yakni dengan menikah, membaca doa sebelum berhubungan, kepada pasangan suami istri wajib berakhlak mulia selama masa hamil, dan kemudian didiklah anak dengan akhlak mulia.

Anak yang sholeh dan sholehah akan berbakti pada kedua orang tuanya. Dalam Hadis Rasul dinyatakan, “seandainya kamu memandikan mereka, setelah itu kamu juga harus menyuapi kedua orangtuamu, namun semua hal itu tidak akan mampu untuk membalas jasa-jasa mereka.”

Ketua PP Muhammadiyah Buya Goodwill juga menolak keras jika PD ‘Aisyiyah atau PD Muhammadiyah ada yang memiliki program pembangunan panti jompo karena menurutnya hal itu tidak manusiawi bagi seorang anak yang memperlakukan kedua orang tuanya.

Selain itu, ia mengatakan gerakan Muhammadiyah mengajarkan ajaran agama yang lurus yaitu ajaran dari Al-Quran yang telah dicontohkan dan diajarkan oleh Rasulullah Muhammad SAW.

Ketua PW Muhammadiyah Sumbar Buya Shofwan Karim Elhusein memaparkan bahwa salah satu ruh dari gerakan Muhammadiyah-’Aisyiyah adalah pengajian, sehingga pengajian harus menjadi rutinitas dari warga persyarikatan ‘Aisyiyah-Muhammadiyah khususnya dalam mengkaji Al-Quran dan As-Sunnah.

Buya Shofwan Karim juga memberi apresiasi tinggi kepada PW ‘Aisyiyah Sumbar dalam menyambut milad ‘Aisyiyah 104 ini yang telah mampu mendongkrak peningkatan aktifitas persyarikatan dan amal usaha seperti program keluarga harapan dan Keluarga bahagia, penanggulangan TB-HIV/AID, pendirian SMK Pariwisata ‘Aisyiyah Sumbar, akreditasi RSU ‘Aisyiyah dan Akper yang segera menjadi STIKES, kemudian peningkatan kualitas dan kuantitas pendidikan Bustanul Athfal/TK yang sudah berjumlah 384 unit di Sumbar, pengkajian intensif majelis tabligh ‘Aisyiyah dan rencana pembangunan Hotel Edotel serta pembelian lahannya sebagai labor jurusan perhotelan.

Pada bagian lain Ketua PWM Dr. H. Shofwan Karim Elhussein, MA juga memuji kerja sama pelaksanaan Tabligh Akbar Terpadu Muhammadiyah, Aisyiah dan Majelis Taklim Pessel yang dipimpin Ibu Lisda Hendra Joni yang mendatangkan Buya Drs. H. M Goodwill Zubir serta Ustadz Kondang Soleh Mahmud (Solmed) menjadi pentaushiah.

"Ini bukti praktik silaturrahim kokoh, kompak dan kerjasama amat baik antara Muhammadiyah, Aisyiah dan Majelis Taklim sesuai prinsip wataawanu alal birri wattaqwa, Basamo Mako manjadi," ujarnya.

Hal ini membuktikan bahwa bila ummat itu bersatu dan kompak apa saja kerja besar dapat dituntaskan dengan penuh keikhlasan, gembira, barakah dan produktif.

"Gerakan dakwah Muhammadiyah yaitu shiratal mustaqim yaitu ajaran yang telah di contohkan dan diajarkan oleh Rasulullah yang bersumber dari Al-Quran," terangnya.

Ketua PW ‘Aisyiyah Sumbar, Dra. Hj. Meiliarni Rusli mengatakan Selain silaturahim warga Aisiyah, pengkajian milad 104 ini juga bertujuan menguatkan kembali tekad dan semangat kader ‘Aisyiyah untuk terus berkiprah untuk umat dan perserikatan.

"Alhamdulillah, pengkajian milad ini masjid Baiturrahman Painan penuh sesak dihadiri ribuan jemaah ‘Aisyiyah-Muhammadiyah hingga tidak ada celah. Hal ini menunjukkan semangat dan spirit AlIslam Kemuhammadiyahan yang melimpah dari warga Muhammadiyah ‘Aisyiyah," katanya.

Anggota Komite IV DPD RI Leonardy Harmainy mengharapkan agar kader ‘Aisyiyah dapat meraih kepercayaan umat. Penerapan manajemen terbuka sangat bermanfaat bagi pengembangan amal usaha organisasi yang didirikan pada 104 tahun lalu tersebut.

"‘Aisyiyah merupakan organisasi yang sudah tua. Namun tua di sini bukan hanya dari segi usia. ‘Aisyiyah harus membuktikan diri tua dengan pengalaman dalam mengembangkan usaha," ujar Leonardy.

Menurut Leonardy, orang sudah lama tahu dengan rumah sakit ‘Aisyiyah. Tahu lokasinya di Simpang Kandang. Tapi mereka pun tahu perkembangannya belum signifikan. Bahkan seolah kalah dari rumah sakit swasta lainnya. Hanya pendidikan Akper yang sedikit menggembirakan.

Untuk itu Leonardy berharap, milad ke-104 jadi momentum kebangkitan ‘Aisyiyah. Pimpinan dan anggotanya hendaknya mampu memupuk kepercayaan warga Muhammadiyah dan umat Islam terhadap unit-unit usaha ‘Aisyiyah.

Ia menyarankan kepada ‘Aisyiyah agar bisa melaksanakan manajemen terbuka dapat menjadi daya ungkit yang baik bagi ‘Aisyiyah. "Indikator yang sangat jelas itu terlihat dari rumah sakit swasta yang tumbuh sangat pesat. Sementara Rumah Sakit ‘Aisyiyah ada perbaikan layanan namun kalah jauh dari pesaingnya. Hingga seakan hilang ditelan pesatnya perkembangan rumah sakit swasta lainnya," urainya.

Ketua DPRD Sumbar 2004-2009 ini mewanti-wanti unsur pimpinan ‘Aisyiyah dan Muhammadiyah melakukan kajian ilmiah terkait hal ini. Terapkan hasil kajian tersebut sebaik mungkin oleh semua elemen di Muhammadiyah.

Sementara itu, Istri Bupati Pessel Lizda Hendra Joni mengungkapkan bahwa kehadiran ‘Aisyiyah-Muhammadiyah telah banyak mengambil peran strategis dalam memajukan bangsa ini, bahkan dalam membantu pemerintah melalui pendidikan, ekonomi dan sosial.

"Muhammadiyah ‘Aisyiyah telah lahir sebelum kemerdekaan, perannya sangat besar bahkan telah banyak membantu pemerintah," paparnya.

Pada kesempatan itu, KAN Palangai Balai Salasa atas nama masyarakat nagari menghibahkan lahan tanah dua hektar kepada PD Muhammadiyah Pessel untuk pendirian Rumah Sakit. Penyerahan itu disaksikan tokoh Pessel, dan ribuan kader Muhammadiyah-’Aisyiyah serta para tokoh nasional. (RI)