Meriahkan Milad Aisyiyah 105 H/102 M, Siswa SMK Pariwisata Aisyiyah Sumbar Ikuti Lomba Kreasi Olahan Umbi-umbian

10 Mei 2019 10:28 WIB | dibaca 35

 
PADANG -- Dalam rangka Milad 'Aisyiyah ke 105H/102 M, SMK Pariwisata 'Aisyiyah Sumbar menggelar lomba kreasi berbahan baku umbi-umbian di Komplek SMK Pariwisata 'Aisyiyah Padang pada Kamis (26/4/) dan diikuti siswa sebanyak 50 orang.
 
Ketua Panitia lomba olahan ubi, Yunizar Bakri mengatakan tujuan diadakannya lomba, tidak lain untuk mendukung program ketahanan pangan dan memeriahkan milad 'Aisyiyah. Selain itu menumbuhkan minat para siswa mencintai panganan olahan umbi-umbian.
 
"Adanya kegiatan ini diharapkan para siswa dapat lebih berkreasi lagi untuk memanfaatkan bahan yang ada, dengan bahan yang murah tapi dengan nilai gizi yang tinggi. Kaitannya dengan program diversifikasi dan ketahanan pangan, kita berharap ke depannya siswa dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang konsumsi beras dengan memanfaatkan bahan pangan non beras, tidak hanya ubi jalar namun bahan pangan yang lain seperti singkong atau jagung," katanya.
 
Dalam arahannya, Sekretaris Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah Sumbar, Desi Asmaret mengajak siswa dan orang tua untuk mengolah makanan berbahan baku umbi-umbian menjadi menarik dan digemari dalam Festival Keanekaragaman Makanan Berbahan Baku Lokal.
 
Ia berharap kegiatan tersebut bisa mewujudkan keanekaragaman jenis produk olahan pangan berbahan umbi-umbian yang kemudian bisa berkembang menjadi produk industri. "Karena tidak sedikit ide olahan pangan yang dibuat oleh masyarakat akhirnya dapat berkembang menjadi industri yang menjanjikan," kata Desi.
 
Selain itu, kata dia, kegiatan tersebut juga diharapkan bisa menggali potensi kuliner unggulan Kota Padang. "Kita akan terus mendorong dan memotivasi serta mempromosikan produk makanan berbahan baku lokal yang ada di Kota Padang, Sumbar agar lebih dikenal masyarakat," jelasnya. 
 
Ia menambahkan, bahan untuk lomba ini adalah non beras, non tepung, dan non terigu, serta memanfaatkan pangan lokal. "Dengan ini kami mensosialisasikan makanan non beras untuk mengganti beras, sehingga menurunkan gula dalam tubuh," tutupnya. (RI)