Menkop UKM Melalui LPDB Gandeng 'Aisyiyah Majukan Ekonomi

15 November 2020 14:17 WIB | dibaca 90

 
"'Aisyiyah memiliki potensi untuk memajukan ekonomi secara bersama-sama dengan pemerintah." Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koperasi dan  Usaha Kecil dan Menengah, Teten Masduki saat berbicara di kegiatan "BIMTEK Pemberian Pembiayaan Dana Bergulir LPDB KUMKM - 'Aisyiyah dengan Dinas Serta Pelaku Koperasi dan UMKM" yang dilaksanakan di Yogyakarta pada Minggu (15/11).
 
Koperasi menurut Teten ke depan bukan hanya sebagai penyalur pembiayaan UMKM dari dana pemerintah. "Kami juga ingin mengajak koperasi sebagai partner untuk menghelat ekonomi rakyat, kami tidak ingin lagi melihat usaha-usaha kecil dalam skala ekonomi usaha rakyat selamanya karena kalau kita biarkan seperti itu tidak akan berkembang." Teten menyebutkan bahwa dari data yang ada selama bertahun-tahun strukutr UMKM di Indonesia tidak mengalami perubahan. "Itu artinya yang kecil dan menengah tidak tumbuh akibatnya masyarakat membuat usaha sendiri dalam skala sangat kecil hanya untuk menghidupi keluarga sehingga jika tidak didesain ulang tentu akan sulit untuk menghadirkan kesejahteraan masyarakat.
 
Menurut Teten pada 2025 Indonesia memiliki potensi 1800 Triliun pasar digital dan ini jangan sampai diambil alih oleh asing. Oleh karena itu ia mengajak 'Aisyiyah dengan koperasinya dapat bekerjasama dengan pemerintah mendorong transformasi bagi koperasi serta UMKM. "Kita harus lompat, berbasis teknologi, UMKM kita yang tidak produktif harus kita transformasi dan saya mau koperasi bisa menjadi agregator akselerator dari yang kecil menjadi penghebat."
 
Saat ini Kemenkop dan UMKM, disampaikan oleh Teten telah meredesain program dan anggaran karena menurut Presiden Joko Widodo anggarannya masih terlalu kecil untuk dapat mengurus sekitar 64 juta UMKM dan 130 ribuan koperasi di Indonesia. Kegiatan BIMTEK ini adalah salah satu upaya Kemenkop dan UMKM melalui Lembaga Pengelolaan Dana Bergulir (LPDB) dalam upaya menjangkau koperasi-koperasi yang masih belum dapat mengakses program Kemenkop dan UMKM.
 
Supomo, Direktur Utama Lembaga Pengelolaan Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) yang turut hadir dalam acara menyampaikan bahwa dalam rangka pemulihan ekonomi nasional, LPDB selaku satuan kerja dari Kemenkop dan UMKM telah didapuk untuk menyalurkan pinjaman kepada pelaku usaha UMKM melalui koperasi. Pada akhir September kemarin tercatat sudah tersalurkan dana senilai 1 Triliun dan kegiatan ini masih akan terus berlanjut.
 
Melalui kegiatan BIMTEK ini LPDB ingin menggandeng 'Aisyiyah dengan koperasi-koperasinya untuk menyukseskan program LPDB. "LPDB memang harus hadir terlebih dalam situasi pandemi ini langsung memberikan Bimtek sehingga diharapkan wujud kerjasama LPDB dengan PPA akan mewujudkan koperasi 'Aisyiyah yang sehat mandiri dan sesuai cita-cita." 
 
Menurut Supomo, LPDB juga akan bekerjasama dengan Pimpinan Pusat 'Aisyiyah terkait manajemen resiko koperasi. Selain itu juga akan melakukan pendampingan manajemen pengelolaan koperasi dan bimbingan akses langsung ke LPDB. "Sambil berjalan kita akan maping mana koperasi yang siap kita biayai, yang sudah siap proposalnya dan level berikutnya adalah mendampingi yang perlu pendampingan lebih mendalam."
 
Ketua Pimpinan Pusat 'Aisyiyah bidang Ekonomi, Latifah Iskandar menyampaikan bahwa 'Aisyiyah sebagai gerakan perempuan muslim berkemajuan menjalankan dakwahnya dan berkontribusi bagi bangsa di berbagai bidang dengan amar maruf nahi munkar termasuk salah satunya di bidang ekonomi. Ia menyebut para pengurus koperasi yang hadir adalah para Mujahidah yang bekerja keras untuk membangun umat. "Saya berharap banyak bahwa setelah acara ini mari ibu-ibu siapkan diri dan tenaga untuk masyarakat agar keluar dari kondisi pandemi saat ini yang sangat berdampak termasuk secara ekonomi." 
 
Kemakmuran dan kesejahteraan rakyat sebagai bagian penting dari cita-cita nasional para pendiri bangsa sampai saat ini masih menjadi perhatian serius, sehingga ‘Aisyiyah ikut berkontribusi di bidang ekonomi yang juga merupakan pilar ketiga  Muhammadiyah abad ke-2 melalui gerakan pemberdayaan ekonomi perempuan. Melalui koperasi – koperasinya ‘Aisyiyah diharapkan sebagai jembatan yang bisa mewujudkan agenda strategis dalam dakwah ekonomi dan sebagai wadah yang bisa mendorong tercapainya tujuan mulia koperasi yaitu meningkatkan kesejahteraan anggota, sekaligus meningkatkan kualitas koperasi ‘Aisyiyah. 
 
'Aisyiyah sendiri memiliki sejarah panjang dalam membangun koperasi sebagai sarana dakwah ekonomi. Hingga saat ini tercatat koperasi-koperasi 'Aisyiyah di berbagai wilayah serta daerah berjumlah 426 koperasi. Selain itu, pada tahun 2018 telah lahir Koperasi Sekunder Syariah Nasional dengan nama KSPPS BWM sebagai wadah koperasi-koperasi ‘Aisyiyah sehingga menjadi jaringan koperasi nasional.
 
Dalam kegiatan ini Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan bermitra dengan LPDB KUMKM melakukan peningkatan kapasitas pengurus dan pengelola koperasi serta peningkatan performa koperasi menjadi prioritas. Terdapat 40 peserta dari 20 koperasi yang sudah diseleksi mengikuti kegiatan Bimtek secara luring dan juga ada 100 peserta dari 50 koperasi 'Aisyiyah yang mengikuti Bimtek secara daring. Koperasi–koperasi ‘Aisyiyah mengikuti BIMTEK ini dalam rangka persiapan pengajuan modal bergulir, yang diharapkan bisa menstimulus kinerja koperasi ‘Aisyiyah. (Suri)