Menkes RI di UNISA Yogyakarta

15 Agustus 2016 21:01 WIB | dibaca 1277

Menkes di UNISA

 

Dalam rangka menyambut muktamar Nasiyatul Aisyiyah ke-13 di UMY pada 27 Agustus mendatang, Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah bekerjasama dengan Universitas Asiyiyah (UNISA) Yogyakarta menyelenggarakan Konferensi Nasional yang mengusung tema “Penguatan Peran Perempuan Menuju Indonesia Berkemajuan”. Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 3 Agustus 2016 di di Ruang Prof Baroroh Baried UNISA ini turut mengundang Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F Moeloek SpM (K) sebagai keynote speaker.

Dalam acara tersebut Nila Moeloek menekankan pentingnya bagi perempuan Indonesia untuk meningkatkan kesadaran akan kesehatan. Terutama karena salah satu problem kesehatan yang mencolok adalah angka kematian ibu melahirkan di Indonesia yang masih tergolong tinggi. Hal ini sesuai dengan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2012 yang menunjukkan bahwa angka kematian ibu melahirkan di Indonesia mencapai 359 per 100 ribu kelahiran hidup.

 “Pencegahan lebih baik dari mengobati. Jadi, mencegah agar tidak terjangkit penyakit itu lebih baik sebelum kita terkena penyakit,” tandas Nila.

Pemerintah sendiri optimistis angka kematian ibu dapat ditekan. Karena pemerintah telah membuat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) sehingga pada tahun 2019 diharapkan angka kematian ibu melahirkan dan hamil dapat diturunkan menjadi lima persen yaitu menjadi 278 per 100 ribu kelahiran. 1Aa

Akan tetapi semua itu tidak bisa serta-merta hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, karena sangat dibutuhkan peran serta semua elemen bangsa untuk saling bersinergi. Nila menambahkan bahwa bangsa Indonesia perlu untuk melakukan investasi pada kaum perempuan dalam rangka membangun daya saing bangsa. Khususnya dalam bidang kesehatan dan kesetaraan yang masih menjadi masalah serius.

Menurutnya, pengetahuan mengenai kesehatan harus dimiliki perempuan Indonesia mengingat posisi perempuan memiliki perananan yang sangat penting dalam sebuah rumah tangga, lingkungan masyarakat, dan tempat kerja. Karena itu, untuk mencegah terjadinya kematian ibu melahirkan, Nila meminta kepada kaum perempuan Indonesia memperluas wawasan dan pengetahuan tentang kesehatan.  

“Agar program ini berhasil butuh partisipasi masyarakat terutama kaum perempuan dan elemen-elemen perempuan termasuk Aisyiyah yang sejak awal konsen dalam hal pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan perempuan” papar Nila.

Mengenai pentingnya pemahaman tentang kesehatan, ketua Nasiyatul Aisyiyah Norma Sari mengatakan, sebagai organisasi perempuan, Nasiyatul Aisiyah (NA) sangat konsen terhadap hal tersebut. Buktinya, induk dari NA yaitu Aisiyah sebagai organisasi otonom Muhammadiyah ikut mendirikan perguruan tinggi berwawasan kesehatan masyarakat. “Keberadaan Universitasi Aisiyah Jogja ini bukti Aisiyah peduli kesehatan masyarakat” tandas Norma.