Menhub RI Berikan Orasi Ilmiah Smart City, Smart Mobility di Universitas ‘Aisyiyah

04 November 2019 14:43 WIB | dibaca 204

 

Mentri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi memberikan Orasi Ilmiah di Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta dengan tema “Smart City, Smart Mobility Solusi Transportasi Berwawasan Lingkungan.” Acara yang digelar di Hall Baroroh Baried, Minggu (03/11) ini dihadiri oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, jajaran Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, dan sekitar 400 civitas akademika UNISA.

Melalui orasi ilmiah Menteri Perhubungan RI diharapkan bisa membuka wawasan terkait kebijakan smart city smart mobililty sebagai solusi transportasi berwawasan lingkungan. Orasi ilmiah ini juga dalam rangka mengaktualisasikan pusat-pusat keunggulan Unisa yang berwawasan kesehatan dan basis nilai-nilai Islam berkemajuan.

Menurut Budi kawasan perkotaan menjadi magnet bagi sebagian besar penduduk, kelengkapan fasilitas dan peluang faktor ekonomi merupakan daya tarik utamanya. Keadaan ini memberi imbas terhadap banyak hal, satu di antaranya adalah pencemaran udara yang kian meningkat disebabkan pertumbuhan kendaraan pribadi.

Budi juga mengatakan konsep transportasi masa depan didorong pada angkutan yang lebih modern dan terintegrasi. “Program yang paling utama adalah memberikan pelayanan pada daerah terluar,” ujarnya.

Mengenai kontribusi untuk daerah terluar Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah menyampaikan bahwa pada usiayang ke-102 tahun ‘Aisyiyah terus berkontribusi nyata untuk Indonesia, khususnya dibidang pendidikan. Bahkan saat ini sudah memiliki sekitar 20 ribu TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) yang tersebar di banyak tempat yang mungkin pemerintah belum menjangkaunya. 

  

“Contohnya di Pulau Arar belum ada TK Pemerintah, tetapi ‘Aisyiyah sudah hampir 10 tahun mendirikan TK di Pulau Arar yang terletak di daerah Sorong, Papua Barat. Oleh karena itu, lewat Kementrian Perhubungan kami meminta kedepan tidak hanya berkunjung ke Universitas ‘Aisyiyah tetapi juga ke TK ABA,” ujar Siti Noorjdjanah.

Noordjannah juga mengapresiasi hadirnya Menteri Perhubungan yang memberikan Orasi Ilmiah di kampus Unisa Yogykakarta. 

“Dengan hadirnya Pak Menteri pada hari libur menunjukkan bahwa kerja-kerja kementrian Pemerintahan Jokowi mengikuti kultur di Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dimana kerja-kerja sosialnya tidak mengenal hari libur dan biasanya dilaksanakan di hari Jumat, Sabtu atau Ahad. Apalagi penamaan kabinetnya ‘Indonesia Maju’ seperti sejalan dengan misi Muhammadiyah yaitu Indonesia Berkemajuan, “katanya. 

  

Sementara itu, Rektor Unisa Yogykarta, Warsiti mengatakan, saat ini Unisa sebagai universitas telah memasuki tahun keempat dengan jumlah 6200 mahasiswa dari 3 fakultas dan 20 program studi yang tersebar dari 34 provinsi sekaligus dari luar negeri, seperti Malaysia, Thailand, Belanda dan Timor Leste. 

“Unisa seperti miniatur Indonesia yang ada di Wilayah D.I.Yogykarta yang kita tahu jumlah penduduknya yang hampir 4 juta dan akan terus bertambah belum termasuk penduduk yang tidak menetap seperti mahasiswa. Ini yang juga menjadi kepedulian Unisa,” ungkapnya.