Upaya Tangkal Dampak Hoax, UNISA Gelar Literasi Hoax Busting and Digital Hygiene

06 Juli 2019 10:42 WIB | dibaca 193

 
SLEMAN -- Program studi (prodi) Komunikasi Universitas 'Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta bekerjasama dengan Google News Initiative, Internews, dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menyelenggarakan Halfday Basics Workshop 'Hoax Busting and Digital Hygiene' bertempat di Gedung A.305 Kampus Unisa.
 
Dalam sambutannya, Tri Hastuti Nur Rochimah, Dekan Fakultas Ekonomi, Ilmu Sosial, dan Humaniora (FEISHUM) Unisa mengatakan kita semua adalah warga asli dunia digital.
 
"Mau tidak mau kita harus belajar hidup dengan situasi masyarakat digital. Bicara tentang hoax, mungkin bisa belajar tentang fake news, hate speech. Muhammadiyah sendiri sudah memiliki fikih informasi, termasuk apasih yang harus dilakukan oleh warga Muhammadiyah sebagai warga digital dalam era digital saat ini," ungkap Tri yang juga Sekretaris PP 'Aisyiyah ini, Jumat (5/7).
 
Ia menjelaskan bahwa dalam QS. Al-Hujarat jelas sekali menuntun kita agar tidak mudah berprasangka karena dampaknya sangat besar. "Hoax datang tidak hanya dari sekarang, bahkan adam dan hawa sampai turun ke bumi karena hoax dari iblis. Keduanya sama-sama minta ampun kemudian diturunkan ke bumi. Hoax sudah ada sejak zaman manusia diturunkan," jelas Tri. 
 
Kenapa kita perlu berhati-hati? Menurutnya, karena dampaknya luar biasa dan setiap hari sudah menerima berapa banyak hoax di masyarakat. Oleh karena itu Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini bagian dari literasi untuk kita lebih pintar hidup di era digital.
 
"Terimakasih atas kerjasama yang bekerjasama dengan prodi ilmu komunikasi. Mudah-mudahan bisa belajar banyak dan meningkatkan kemampuan kita dalam menghadapi hoax," tegasnya.
 
Sumber: muhammadiyah.or.id