Meneropong 'Aisyiyah dalam Lorong Waktu Muhammadiyah

18 November 2016 16:40 WIB | dibaca 957

 
Milad Muhammadiyah yang 104 kali ini memiliki banyak rangkaian acara, salah satunya adalah Muhammadiyah dalam Lorong waktu yang merupakan sebuah kegiatan Pameran Foto dan Arsip Muhammadiyah, yang diselenggarakan pada 17-18 November 2016 bertempat di Lantai Dasar Masjid KH. Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Acara tersebut di buka oleh Dahlan Rais.
 
Diungkapkan oleh Dahlan bahwa foto bukanlah hanya benda mati, namun adalah peninggalan yang dapat bercerita tentang banyak hal dan memiliki banyak kekayaan histori. Event pameran foto ini memiliki tujuan untuk menghimpun dan mengeksplorasi sumber-sumber sejarah yang akan bermanfaat untuk program-program kajian dan penelitian tentang Muhammadiyah. Pameran ini dikemas dalam konsep lorong waktu untuk merekam kembali jejak dan perjuangan Muhammadiyah sejak pertama kalo didirikan pada 1912 hingga kini. 
 
  
 
Dalam kesempatan tersebut, hadir pula konsultan 'Aisyiyah Siti Chamamah Soeratno, ia mengungkapkan bahwa Pameran Foto dan Arsip ini adalah sesuatu yang sangat berharga dan patut untuk di apresiasi, terlebih untuk pembelajaran kader. Dokumentasi merupakan hal yang penting terlebih untuk perjalanan organisasi, agar sejarah tidak hilang begitu saja.
 
"Saya melihat gambar-gambar perjalanan Muhammadiyah dalam menyusuri lorong waktu, saya juga melihat bagaimana 'Aisyiyah berbicara, untuk saya perjalanan melihat Muhammadiyah juga melihat perjalanan 'Aisyiyah dalam membangun bangsa ini untuk lebih berkemajuan," Ungkap Chamamah.
 
Pameran foto dan arsip Muhammadiyah 2016 ini menghadirkan 400 foto tokoh Muhammadiyah dan 'Aisyiyah juga kegiatan Muhammadiyah juga 'Aisiyiyah dari masa ke masa, puluhan surat-surat resmi dan buku-buku kuno, beberaoa surat kabar dan sejumlah catatan biografi dan artefak yang terbagi atas beberapa stand.
 
  
 
Dalam kesempatan tersebut juga diundang Siswa dan Siswi dari sekolah-sekolah Muhammadiyah untuk menyaksikan pameran tersebut sebagai pembelajaran, Dahlan mengatakan bahwa penting bagi para kader mengetahui sejarah Muhammadiyah sebagai pembelajaran mengenal tokoh dan perjalanan Muhammadiyah. Ia berharap bahwa jejak rekam perjalanan Muhammadiyah harus terjaga dengan baik agar generasi penerus dapat belajar arti perjuangan dan akhlak mulia. [NKA]
 

Milad Muhammadiyah yang 104 kali ini memiliki banyak rangkaian acara, salah satunya adalah Muhammadiyah dalam Lorong waktu yang merupakan sebuah kegiatan Pameran Foto dan Arsip Muhammadiyah, yang diselenggarakan pada 17-18 November 2016 bertempat di Lantai Dasar Masjid KH. Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Acara tersebut di buka oleh Dahlan Rais.

Diungkapkan oleh Dahlan bahwa foto bukanlah hanya benda mati, namun adalah peninggalan yang dapat bercerita tentang banyak hal dan memiliki banyak kekayaan histori. Event pameran foto ini memiliki tujuan untuk menghimpun dan mengeksplorasi sumber-sumber sejarah yang akan bermanfaat untuk program-program kajian dan penelitian tentang Muhammadiyah. Pameran ini dikemas dalam konsep lorong waktu untuk merekam kembali jejak dan perjuangan Muhammadiyah sejak pertama kalo didirikan pada 1912 hingga kini. 

Dalam kesempatan tersebut, hadir pula konsultan 'Aisyiyah Siti Chamamah Soeratno, ia mengungkapkan bahwa Pameran Foto dan Arsip ini adalah sesuatu yang sangat berharga dan patut untuk di apresiasi, terlebih untuk pembelajaran kader. Dokumentasi merupakan hal yang penting terlebih untuk perjalanan organisasi, agar sejarah tidak hilang begitu saja.

"Saya melihat gambar-gambar perjalanan Muhammadiyah dalam menyusuri lorong waktu, saya juga melihat bagaimana 'Aisyiyah berbicara, untuk saya perjalanan melihat Muhammadiyah juga melihat perjalanan 'Aisyiyah dalam membangun bangsa ini untuk lebih berkemajuan," Ungkap Chamamah.

Pameran foto dan arsip Muhammadiyah 2016 ini menghadirkan 400 foto tokoh Muhammadiyah dan 'Aisyiyah juga kegiatan Muhammadiyah juga 'Aisiyiyah dari masa ke masa, puluhan surat-surat resmi dan buku-buku kuno, beberaoa surat kabar dan sejumlah catatan biografo dan artefak yang terbagi atas beberapa stand.

Dalam kesempatan tersebut juga diundang Siswa dan Siswi dari sekolah-sekolah Muhammadiyah untuk menyaksikan pameran tersebut sebagai pembelajaran, Dahlan mengatakan bahwa penting bagi para kader mengetahui sejarah Muhammadiyah sebagai pembelajaran mengenal tokoh dan perjalanan Muhammadiyah. Ia berharap bahwa jejak rekam perjalanan Muhammadiyah harus terjaga dengan baik agar generasi penerus dapat belajar arti perjuangan dan akhlak mulia. [NKA]