Masa Ta'aruf UNISA Sambut 1.535 Mahasiswa Baru

29 September 2020 07:16 WIB | dibaca 95

 
 
"Kepada calon pemimpin yang hebat melalui UNISA ini kami punya harapan yang sangat besar kepada mahasiswa baru untuk menjadi anak negeri yang punya kekuatan yang luar biasa, karakter yang baik yang kami harapkan mahasiswa UNISA ini menjadi generasi khairu ummah, umat yang terbaik." Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat 'Aisyiyah pada kegiatan Masa Ta'aruf (Mataf) Universitas 'Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta pada Senin (28/9).
 
Noordjannah menyampaikan selamat kepada para mahasiswa baru yang telah berhasil masuk dan menjadi bagian dari rumah besar UNISA yang berada di bawah payung organisasi perempuan muslim terbesar yakni 'Aisyiyah yang berada dalam persyarikatan Muhammadiyah. Melalui UNISA ini menurut Noordjannah merupakan langkah 'Aisyiyah sebagai ibu bangsa untuk mengemban jihad bagi kepentingan umat dengan menyiapkan calon-calon pemimpin bangsa. "'Aisyiyah mengemban perjuangan, mengemban jihad untuk kepentingan umat dan bangsa, salah satunya melalui UNISA ini, salah satu yang kita persiapkan untuk berkontribusi bagi kepentingan bangsa dan negara adalah melalui UNISA telah hadir kader-kader para calon pemimpin muda dengan jiwa yang kokoh, terus bergerak pantang mundur raih prestasi gemilang." 
 
 
  
 
Sebagai siswa yang sudah berada di tingkat maha, Noordjannah berpesan kepada para mahasiswa untuk dapat melewati proses transisi dari pembelajaran tingkat menengah atas ke tingkat mahasiswa. Ia menyampaikan agar para mahasiswa baru perlu menyiapkan diri secara mental dan spiritual untuk melakukan kebiasaan baru yang lebih baik, memiliki tanggung jawab sosial serta sikap sosial yang matang, dan dapat beradaptasi dengan proses belajar yang lebih detil.
 
"Selamat dengan penuh kebahagiaan dan semangat untuk terus bergerak pantang menyerah meraih prestasi gemilang menjadi kader pemimpin umat dan bangsa yang akan bertebaran di masyarakat yang insya Allah dengan kekokohan ilmu, iman, dan akhlak serta jiwa sosial yang terus merebak di dalam kehidupan anda dan akan menjadi orang-orang yang sukses dan dicintai siapa saja termasuk menjadi orang-orang yang dicintai Allah subhanahu wa ta'ala," harap Noordjannah di akhir penyampaian pidato kuncinya.
 
Pada tahun ajaran 2020-2021 ini UNISA Yogyakarta menerima 1.535 mahasiswa baru yang berasal dari seluruh provinsi di Indonesia dan satu mahasiswa baru dari Uganda, Afrika. "Mahasiswa semua adalah orang pilihan yang sudah terseleksi dari 23.533 pendaftar yang masuk dalam sistem informasi UNISA. Kami bangga dan menerima kehadiran saudara sebagai bagian dari keluarga UNISA dan persyarikatan Muhammadiyah 'Aisyiyah," ujar Warsiti, Rektor UNISA Yogyakarta saat memberikan sambutan di Mataf yang dilaksanakan secara daring ini.
 
Abdul Mu'ti, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang hadir memberikan kuliah umum pada Mataf ini mengajak para mahasiswa baru UNISA untuk membangun tradisi ilmiah sebagai aktualisasi ajaran dan nilai wasathiyah Islam. "Aktualisasi ajaran dan nilai wasathiyah Islam dengan membangun kebiasaan ilmiah agar kita bisa menjadi orang berilmu yang adil."
 
    
 
Mu'ti melanjutkan bahwa untuk menjadi orang yang berilmu yang adil maka perlu dibangun beberapa sikap untuk mendukungnya yakni Pertama, memiliki tradisi ilmiah yang senang membaca, menulis, berdiskusi, dan sebagainya. Kedua, membangun perilaku ilmiah dengan memiliki pikiran yang terbuka, suka berdialog, mau mendengar orang lain, serta berbagi ilmu dan pengalaman dengan orang lain. Ketiga, membangun budaya ilmiah, "tidak pokok'e, tidak waton berbeda, tetapi membangun dengan argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan dan juga memahami pendapat orang lain, tidak pokok'e." Keempat, membangun budaya toleransi yang tidak ekstrim dalam beragama dan berperilaku. Kelima, membangun budaya diniyah menjadi orang yang taat dalam menjalankan ajaran agama yang dimaknai secara luas, bukan hanya hal-hal yang bersifat ritual.
 
Abdul Mu'ti juga menyampaikan pesan kepada para mahasiswa baru untuk menjadi seorang muslim Wasathiyah yang senantiasa hidup dengan rasional dan mendasarkan diri kepada ilmu. "Seorang muslim yg wasathiyah bukanlah muslim yang hidup dengan tahayul tetapi dia senantiasa hidup dengan rasional mendasarkan dirinya kepada ilmu dan kemudian menjadi orang yang kritis yang senantiasa maju jika melihat hal-hal yang baru yang dirasa baik harus dipelajari."
 
Diakhir stadium generalnya, Mu'ti meminta para mahasiswa baru untuk dapat memanfaatkan kesempatan berkuliah di UNISA ini untuk memperbaiki diri dan bersiap menerima banyak ilmu baru serta menjalin persahabatan dengan banyak teman baru yang akan bermanfaat bagi kehidupan mereka kelak selepas dari bangku kuliah. (Suri)