Majlis Tabligh adakan Workshop Dalam Rangka Penyempurnaan dan Penerbitan Buku Pedoman Pendampingan Muallaf Sebagai Wujud Dakwah Pencerahan

27 Desember 2016 11:48 WIB | dibaca 770

Pendampingan bagi muallaf merupakan salah satu kebutuhan dakwah saat ini. Keberadaan muallaf memerlukan perhatian, dukungan, pendampingan dan pemberdayaan agar mereka mampu mempertahankan keyakinannya, bahkan mengokohkannya. Menjadi tanggung jawab sesama muslim untuk memperhatikan Kehidupannya, tidak hanya dari segi spiritual saja, namun juga segi sosial, ekonomi, pendidikan dan psikologi, demikian yang diungkapkan Siti 'Aisyiyah selaku ketua Pimpinan Pusat (PP) 'Aisyiyah Bidang Tabligh

Guna mewujudkan program tersebut maka diselenggarakanlah Workshop Penyempurnaan dan Penerbitan Buku Pedoman Pendampingan Muallaf. “Salah satu visi gerakan 'Aisyiyah adalah dakwah pencerahan. Hal itu untuk mewujudkan khoiro ummatin, ummat yang terbaik. Dilakukan melalui program pembebasan, pemberdayaan, dan berkemajuan”, tutur Siti ‘Aisyah dalam pembukaan workshop.

Dikatakan 'Aisyah, kegiatan ini diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat Aisyiyah Majlis Tabligh dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Majlis Tabligh, bekerja sama dengan Universitas Ahmat Dahlan. Workshop dilaksanakan tanggal 24-25 Desember 2016 di Aula Sidang PP Aisyiyah Jl. KHA. Dahlan.

Kegiatan yang mengambil tema “Dakwah Pendampingan untuk Mencerahkan Kehidupan Muallaf” ini diikuti oleh 38 peserta. Ridwan Wicaksono, salah seorang pemateri dari Muallah Center mampu menggugah semangat dan idealisme para peserta.“Menjadi muslim yang kaffah dengan memberikan perhatian terhadap saudara muslim lainnya, hingga melahirkan generasi Islam atas ijin dan hidayah dari Allah”. Demikian ajakannya.

Produk dari kegiatan ini adalah terwujudnya buku panduan pendampingan muallaf dan pedoman pelatihan pendampingan muallaf.  Buku tersebut pada saatnya dapat digunakan di seluruh wilayah, daerah, hingga cabang dan ranting seluruh Indonesia dalam melaksanakan dakwah, khususnya terhadap muallaf. [NKA]