Lembaga Kebudayaan Adakan Pelatihan Manajemen Pendidikan Berbasis Islam

06 Maret 2017 15:11 WIB | dibaca 927

Setelah sebelumnya telah melakukan pelatihan pendidikan karakter bagi pengajar anak-anak sebagai pilot project di Sleman, Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah (PPA) melalui Lembaga Kebudayaan menggelar pelatihan bagi para pengurus dan pimpinan ‘Aisyiyah, pada Ahad (5/3) di Aula PP ‘Aisyiyah. Diungkapkan oleh Mahsunah, Ketua Lembaga Kebudayaan (PPA) pelatihan ini diadakan guna meningkatkan manajemen pendidikan karakter yang berbasis islam,sesuai dengan tema pelatian tersebut “Pelatihan Manajemen Pendidikan Karakter Berbasis Nilai Bagi Pimpinan ‘Aisyiyah”

Dijelaskan Susilaningsih Kuntowijoyo, Koordinator Kelembagaan Kebudayaan PP ‘Aisyiyah pelatihan pendidikan karakter tersebut berbasis Living Value Education (LVE). Selama ini pendidikan karakter yang dipahami hanyalah bersifat kognitif, yaitu berbentuk daya pikir.

“Sedangkan pelatihan yang diadakan ini yaitu untuk menghidupkan karakter melalui pendidikan nilai-nilai, rasa cinta, dan damai,” jelas Susi.

Susi juga berharap para peserta yang mengikuti kegiatan pelatihan tersebut nantinya dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat, disamping untuk diri sendiri juga dapat melakukan untuk lembaga ataupun organisasi.

Pelatihan tersebut diikuti oleh 36 peserta, dan dilatih oleh Dr. Muqowim, seorang trainer spesialis pendidikan yang sudah bertaraf Internasional.

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Siti Noordjanah Djohantini mengatakan bahwa PP Aisyiyah menyambut dan memberi penghargaan yang tinggi kepada Lembaga Kebudayaan PPA atas terselenggaranya pelatihan tersebut.

 “Pelatihan ini sangat relevan bagi kepentingan saat ini, dimana kondisi kehidupan masyarakat yang begitu komplek persoalannya, termasuk pada nilai-nilai moral dan agama untuk itu pelatihan ini penting dan bermakna bagi pengurus maupun peserta, guru dan penggerak ‘Aisyiyah,” terang Noor.

 Lanjut Noor, sejalan dengan keputusan muktamar pada pokok ‘Aisyiyah abad ke dua salah satunya yaitu kembali menggerakkan gerakan keilmuan, berusaha memajukan gerakan keilmuan, karena bangsa Indonesia masih lemah dalam bidang literasi, membaca, dan bahkan abainya nilai-nilai akhlak, maka itu menjadi sesuatu yang relevan. 

 “’Aisyiyah melalui lembaga kebudayaan yang ada di seluruh Indonesia ingin terus memajukan dan membangun karakter utama sebagaimana yang selama ini menjadi panduan bagi gerakan dakwah kita melalui budaya, termasuk diantaranya melaui pendidikan dan tidak kalah penting melalui lingkungan,” jelas Noor. [Karima]