Luncurkan Program Mentari Covid-19, Wujud Kepedulian Muhammadiyah Tangani Pandemi Covid-19

06 Agustus 2020 13:13 WIB | dibaca 148

Yogyakarta -- Tidak berhenti peduli dalam menangani kasus Pandemi Covid-19, Muhammadiyah hari ini (6/8) meluncurkan program Mentari Covid-19 sebagai program yang bertujuan untuk meningkatkan kapabilitas rumah sakit Muhammadiyah dalam penanganan Covid-19. Program Mentari Covid-19 ini bertempat di Kantor PP Muhammadiyah Jalan Cik Di Tiro, Yogyakarta.

Menurut rilis yang diterima, Ketua MCCC (Muhammadiyah Covid-19 Command Center) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Agus Samsudin mengatakan bahwa program Mentari Covid-19 akan dijalankan dengan durasi enam bulan. Program Mentari Covid-19 sendiri didukung sepenuhnya oleh USAID dan melibatkan 30 RS PKU Muhammadiyah – ‘Aisyiyah di seluruh Indonesia.

“Ada di tujuh propinsi dan sebagian besar adalah rumah sakit rujukan yang ditunjuk pemerintah. Hampir semuanya adalah rumah sakit yang memang cukup banyak menangani pasien Covid-19,” katanya.

Muhammadiyah sendiri telah aktif terlibat dalam penanggulangan wabah Covid-19 dengan mendirikan Pusat Komando Muhammadiyah Covid-19, yaitu MCCC (Muhammadiyah Covid-19 Command Center). MCCC didirikan guna mempercepat respon terhadap Covid-19, yang bekerja sama dengan berbagai lembaga pemerintah dan melengkapi upaya pemerintah dalam memerangi Covid-19.

Selain meningkatkan kapabilitas pelayanan, program ini menurut Agus juga ditujukan untuk meningkatkan jalinan kerja sama antar rumah sakit Muhammadiyah ‘Aisyiyah se-Indonesia dalam penanganan Covid-19.

“Bagaimana kemudian rumah sakit-rumah sakit Muhammadiyah bisa belajar bersama untuk kasus-kasus terkait Covid-19,” tambahnya.

Tak lupa Agus menyampaikan rasa terimakasihnya dan menyambut baik dukungan dari berbagi pihak atas pendirian porgram Mentari Covid-19 ini, seperti USAID, DFAT Australia, Unicef dan kerjasama pihak pemerintah serta organisasi non-pemerintah yang bekerja secara kolaboratif untuk menghentikan rantai penyebaran dan mengelola kasus Covid-19 dengan benar.

Sementara itu, update layanan Muhammadiyah dalam penanganan Covid-19, Agus Samsudin mengatakan hingga kini Muhammadiyah telah menggelontorkan dana 182 milyar lebih dengan penerima manfaat mencapai lebih dari 3 juta orang. Di sisi lain, untuk pasien Covid-19 yang masih dalam perawatan mencapai 357 orang di 79 rumah sakit Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di seluruh Indonesia.

Ketua PP Muhammadiyah bidang Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial, dr. H. Agus Taufiqurrohman dalam sambutannya menegaskan bahwa pandemi Covid-19 ini belum berakhir.

“Maka kita harus tetap komit, teguh bersama-sama mengatasi wabah ini, bersama-sama mencari jalan keluar terhadap pandemi ini. Muhammadiyah menggerakkan seluruh komponen yang dimiliki dari seluruh majelis, lembaga, ortom, amal usaha bekerja sama dengan semua pihak yang memiliki semangat yang sama, ikhtiar betul dalam rangka mengatasi pandemi Covid-19 ini,” ungkap Agus.

Agus Taufiqurrahman juga berharap bahwa program Mentari Covid-19 ini semakin menguatkan langkah dakwah Muhammadiyah di bidang kesehatan, khususnya dalam menangani pandemi Covid-19 dan menguatkan seluruh pelayanan kesehatan di Persyarikatan Muhammadiyah.