LPPA Lakukan Pendidikan Politik Perempuan Terkait Pemilih Pilkada

13 Februari 2017 20:05 WIB | dibaca 305

Menjelang pilkada 2017 Lembaga Penelitian dan Pengembangan 'Aisyiyah (LPPA) menerbitkan info grafis mengenai Pendidikan Pemilih Pilkada 2017. Hal tersebut dilakukan terkait dengan amanat yang didapatkan oleh LPPA pada muktamar untuk melakukan pendidikan politik bagi warga 'Aisyiyah, sehingga infografis tersebut menjadi penting untuk diterbitkan. Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua LPPS, Khusnul Hidayah.

" Mengapa melakukan pendidikan politik itu penting? Karena memilih kepala daerah  itu akan mempengaruhi kebijakan2 yang diharapkan lebih berpihak kepada perempuan,"ungkap Khusnul. Pendidikan politik bagi perempuan merupakan hal yang penting guna meningkatkan kualitas demokrasi. LPPA telah mengawal jalannya proses pilkada mulai dari pra pilkada, seperti memastikan bahwa warga yang memiliki hak pilih dipastikan ada pada daftar pemilih tetap, juga melakukan pendidikan pemilih pada forum-forum yang dimiliki 'Aisyiyah seperti forum pengajian rutin, pertemuan cabang dan ranting, pertemuan Amal Usaha dan lain-lain.

"Selain itu, kami LPPA juga mengirimkan surat ke PWA agar PWA dan PDA dimana daerah tersebut juga akan melaksanakan pilkada, kami harapkan untuk melakukan diskusi publik dengan calon kepala daerah. Selain itu jg membuat kontrak politik dengan calon kepala daerah," ungkap Khsunul. Lalu, setelah Pilkada selesai melakukan pertemuan dan diskusikan dengan kepala daerah terpilih memastikan program-program yang telah disepakati di kontrak politik sebelumnya berjalan sesuai perjanjian.

Keterlibatan perempuan pada pemilu harus didasarkan pada pentingnya perempuan harus memilih dan kesadaran untuk memilih kandidat yang berpihak pada kepentingan perempuan dan kelompok miskin. Maka dari itu, Khusnul mengungkapkan dengan adanya Infografis ini diharapkan adanya penyadaran pentingnya warga 'Aisyiyah berpartisipasi dalam pilkada, dengan meningkatkan kualitas pilkada itu sendiri.

Mengenai banyaknnya beredar berita hoax di berbagai media, Khusnul mengatakan bahwa LPPA sudah melakukan Literasi Media kepada warga 'Aisyiyah baik di media cetak, training maupun di forum pengajian, " Hoax tidak bisa dipungkiri merupakan ekses dari media sosial dan kebebasan media. Yang sudah dilakukan 'Aisyiyah adalah termasuk mensosialisasikan fikih media yang sudah dibuat majelis tarjih," tambah Khusnul.

Khusnul juga menambahkan bahwa memang LPPA belum mengukur sejauh mana keefektifan hal tersebut, namun minimal sudah ada kampanye untuk mengklafirikasi / tabayyun  lebih dahulu tentang berita yang belum jelas kebenarannya. [Karima]

Menjelang pilkada 2017 Lembaga Penelitian dan Pengembangan 'Aisyiyah (LPPA) menerbitkan info grafis mengenai Pendidikan Pemilih Pilkada 2017. Hal tersebut dilakukan terkait dengan amanat yang didapatkan oleh LPPA pada muktamar untuk melakukan pendidikan politik bagi warga 'Aisyiyah, sehingga infografis tersebut menjadi penting untuk diterbitkan. Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua LPPS, Khusnul Hidayah.

" Mengapa melakukan pendidikan politik itu penting? Karena memilih kepala daerah  itu akan mempengaruhi kebijakan2 yang diharapkan lebih berpihak kepada perempuan,"ungkap Khusnul. Pendidikan politik bagi perempuan merupakan hal yang penting guna meningkatkan kualitas demokrasi. LPPA telah mengawal jalannya proses pilkada mulai dari pra pilkada, seperti memastikan bahwa warga yang memiliki hak pilih dipastikan ada pada daftar pemilih tetap, juga melakukan pendidikan pemilih pada forum-forum yang dimiliki 'Aisyiyah seperti forum pengajian rutin, pertemuan cabang dan ranting, pertemuan Amal Usaha dan lain-lain.

"Selain itu, kami LPPA juga mengirimkan surat ke PWA agar PWA dan PDA dimana daerah tersebut juga akan melaksanakan pilkada, kami harapkan untuk melakukan diskusi publik dengan calon kepala daerah. Selain itu jg membuat kontrak politik dengan calon kepala daerah," ungkap Khsunul. Lalu, setelah Pilkada selesai melakukan pertemuan dan diskusikan dengan kepala daerah terpilih memastikan program-program yang telah disepakati di kontrak politik sebelumnya berjalan sesuai perjanjian.

Keterlibatan perempuan pada pemilu harus didasarkan pada pentingnya perempuan harus memilih dan kesadaran untuk memilih kandidat yang berpihak pada kepentingan perempuan dan kelompok miskin. Maka dari itu, Khusnul mengungkapkan dengan adanya Infografis ini diharapkan adanya penyadaran pentingnya warga 'Aisyiyah berpartisipasi dalam pilkada, dengan meningkatkan kualitas pilkada itu sendiri.

Mengenai banyaknnya beredar berita hoax di berbagai media, Khusnul mengatakan bahwa LPPA sudah melakukan Literasi Media kepada warga 'Aisyiyah baik di media cetak, training maupun di forum pengajian, " Hoax tidak bisa dipungkiri merupakan ekses dari media sosial dan kebebasan media. Yang sudah dilakukan 'Aisyiyah adalah termasuk mensosialisasikan fikih media yang sudah dibuat majelis tarjih," tambah Khusnul.

Khusnul juga menambahkan bahwa memang LPPA belum mengukur sejauh mana keefektifan hal tersebut, namun minimal sudah ada kampanye untuk mengklafirikasi / tabayyun  lebih dahulu tentang berita yang belum jelas kebenarannya. [Karima]

Menjelang pilkada 2017 Lembaga Penelitian dan Pengembangan 'Aisyiyah (LPPA) menerbitkan info grafis mengenai Pendidikan Pemilih Pilkada 2017. Hal tersebut dilakukan terkait dengan amanat yang didapatkan oleh LPPA pada muktamar untuk melakukan pendidikan politik bagi warga 'Aisyiyah, sehingga infografis tersebut menjadi penting untuk diterbitkan. Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua LPPS, Khusnul Hidayah.

" Mengapa melakukan pendidikan politik itu penting? Karena memilih kepala daerah  itu akan mempengaruhi kebijakan2 yang diharapkan lebih berpihak kepada perempuan,"ungkap Khusnul. Pendidikan politik bagi perempuan merupakan hal yang penting guna meningkatkan kualitas demokrasi. LPPA telah mengawal jalannya proses pilkada mulai dari pra pilkada, seperti memastikan bahwa warga yang memiliki hak pilih dipastikan ada pada daftar pemilih tetap, juga melakukan pendidikan pemilih pada forum-forum yang dimiliki 'Aisyiyah seperti forum pengajian rutin, pertemuan cabang dan ranting, pertemuan Amal Usaha dan lain-lain.

"Selain itu, kami LPPA juga mengirimkan surat ke PWA agar PWA dan PDA dimana daerah tersebut juga akan melaksanakan pilkada, kami harapkan untuk melakukan diskusi publik dengan calon kepala daerah. Selain itu jg membuat kontrak politik dengan calon kepala daerah," ungkap Khsunul. Lalu, setelah Pilkada selesai melakukan pertemuan dan diskusikan dengan kepala daerah terpilih memastikan program-program yang telah disepakati di kontrak politik sebelumnya berjalan sesuai perjanjian.

Keterlibatan perempuan pada pemilu harus didasarkan pada pentingnya perempuan harus memilih dan kesadaran untuk memilih kandidat yang berpihak pada kepentingan perempuan dan kelompok miskin. Maka dari itu, Khusnul mengungkapkan dengan adanya Infografis ini diharapkan adanya penyadaran pentingnya warga 'Aisyiyah berpartisipasi dalam pilkada, dengan meningkatkan kualitas pilkada itu sendiri.

Mengenai banyaknnya beredar berita hoax di berbagai media, Khusnul mengatakan bahwa LPPA sudah melakukan Literasi Media kepada warga 'Aisyiyah baik di media cetak, training maupun di forum pengajian, " Hoax tidak bisa dipungkiri merupakan ekses dari media sosial dan kebebasan media. Yang sudah dilakukan 'Aisyiyah adalah termasuk mensosialisasikan fikih media yang sudah dibuat majelis tarjih," tambah Khusnul.

Khusnul juga menambahkan bahwa memang LPPA belum mengukur sejauh mana keefektifan hal tersebut, namun minimal sudah ada kampanye untuk mengklafirikasi / tabayyun  lebih dahulu tentang berita yang belum jelas kebenarannya. [Karima]