LPPA Adakan Focus Group Discussion Tentang Aborsi pada Korban Perkosaan

31 Oktober 2017 23:05 WIB | dibaca 482

Permasalahan aborsi bagi korban pemerkosaan dan incest telah sejak lama menjadi kegalauan bagi beberapa pihak. Hal itu yang menjadikan alasan utama bagi Lembaga Penelitian dan Pengembangan ‘Aisyiyah (LPPA) Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah (PPA) untuk mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Aborsi Korban Perkosaan, di Ruang Sidang Komisi Asri Medical Center (AMC), Jumat (27/10). FGD tersebut diikuti oleh anggota LPPA, Majelis Kesehatan dan juga LSM Perempuan dan Anak yang ada di Yogyakarta.

Hal tersebut diungkapkan oleh Alimatul qibtiyah selaku ketua LPPA, dalam sambutannya ia mengungkapkan bahwa hasil diskusi pada FGD tersebuit akan dibawa pada Musyawarah Nasional (Munas) dan hasilnya akan dijadikan buku Fikih Anak.

“ Kami diamanahi tarjih untuk membahas permasalahan aborsi ini, dan Majelis Tarjih dan Tajdid saat inisedang mempersapkan Munas, yang akanmembahas fikih anak, dan hasil FGD iniakan dibawa kesana, dan akan menjadi pertimbangan bagi fatwa tarjih untuk permasalahan tersebut,” ungkap Alim.

Ketua Umum PPA, Siti Noordjanah Djohantini mengungkapkan juga tentang kegelisahan yang sama mengenai aborsi Anak. Noor mengungkapkan bahwa penting bagi aisyiyah untuk mengadakan diskusi tersebut, terkait bagaimana harus kritios terhadap kebijakan pemerintah yang masih belum tegas terhadap kasus pemerkosaan dan kebijakan mengenai hukum aborsi bagi korban pemerkosaan.

“Persoalan tentangkesehatan reproduksi ini juga sangat luas, dan ‘Aisyiyahjuga sudah sangat mengikhtiarkan terkait hal tersebut. Pemerintah sebagai pihak yang bertanggungjawab untuk memayungi inimasih belum menunjukkan sikap yang tegas juga serius. Terlebih tentang bagaimana pelayanan bagi aborsi apalagi bagi korban pemerkosaan.  Tapi kita tak bisa mengabaikan hal tersebut,” ungkap Noor.

Noor berharap dari diskusi tersebut akan menemukan banyak hal, dan menelaah posisi hukumnya, fikih dan dari kesehatan. [Karima]