LPP PPA Kaji Konsep Perempuan Islam Berkemajuan

22 Maret 2016 14:52 WIB | dibaca 1236

Kajian Konsep perempuan Islam Berkemajuan (Foto : Dok. ‘aisyiyah.or.id)

Kajian Konsep perempuan Islam Berkemajuan (Foto : Dok. ‘aisyiyah.or.id)

Yogyakarta, aisyiyah.or.id– Konsep Islam Berkemajuan dikukuhkan menjadi ruh gerakan persyarikatan yang menjadi tema Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Makassar, Agustus 2015 lalu. Guna merespon hal tersebut, Lembaga Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah (LPP PPA) melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) “Kajian Konsep Perempuan Islam Berkemajuan” di UNISA pada Sabtu (19/03).

Alimatul Qibtiyah, Ketua LPP PPA menyampaikan bahwa tujuan FGD adalah untuk menyusun indikator perempuan Islam berkemajuan yang akan menjadi panduan bagi seluruh anggota ‘Aisyiyah di Indonesia. “Harapannya, indikator ini bisa disosialisasikan dalam pertemuan nasional ‘Aisyiyah mendatang,” ujar perempuan yang akrab disapa Alim.

Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Latifah Iskandar yang turut hadir mengatakan indikator perempuan Islam berkemajuan penting untuk disusun karena di lapangan, konsep Islam Berkemajuan masih sulit dipahami oleh warga ‘Aisyiyah. “Banyak yang bertanya seperti apa itu Islam Berkemajuan,” kata Latifah.

Bahkan, perempuan yang pernah memimpin Majelis Ekonomi PPA ini, mengatakan indikator perempuan Islam berkemajuan harus dibahasakan sederhana dan dibuat sesuai kebutuhan isu.

“Semua berbicara konsep berkemajuan tapi belum sampai turunannya. Misalnya ekonomi, apakah itu berkemajuan. Bisnis basis aplikasi. Itu berkemajuan secara sistem, tapi apakah (hukum transaksinya) Islami,” ujar Latifah.

FGD menghadirkan tokoh-tokoh internal Muhammadiyah seperti Siti Ruhainy Dzuhayatin yang aktif meneliti Muhammadiyah, akademisi Zuly Qodir, anggota Majelis Tarjih Muhammadiyah Wawan Gunawan dan Hamim Ilyas, serta aktifis ‘Aisyiyah dan Nasyiatul ‘Aisyiyah. Rencana, FGD kedua akan mengundang pengamat eksternal Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. [Mids]