LLHPB PDA Jepara Latih Kemampuan Menulis Anak Panti Asuhan Putri

16 Oktober 2020 09:23 WIB | dibaca 18

 
Jepara-Pandemi belum usai, kegiatan untuk menjadikan keluarga tangguh Covid (Katavid) tetap harus selalu digerakkan, terutama pada perempuan dan anak agar menjadi perempuan tangguh. Mekanisme tradisi keilmuan merupakan salah satu agenda strategis dari pokok pikiran 'Aisyiyah Abad Kedua, yang mana salah satu ikhtiarnya dilakukan dengan cara menulis.
 
Di era digital ini, kita membutuhkan narasi-narasi yang positif dan berbobot, serta mencegah penyebaran hoax. Harapannya gerakan ini bisa menumbuhkan banyak penulis dan memperkuat barisan kita di dakwah perempuan Islam berkemajuan.
 
Salah satu agenda dalam mewujudkan perempuan tangguh dilakukan oleh Pimpinan Daerah 'Aisyiyah (PDA) Jepara melalui Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB)  dengan memberikan pelatihan jurnalistik kepada anak-anak Panti Asuhan Putri Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Aisyiyah Pimpinan Cabang 'Aisyiyah Jepara di Kauman pada Jumat (16/10) 
 
Dalam kesempatan itu, Deny Ana I’tikafia, ketua LLHPB PDA Jepara memberikan pengarahan dalam  pelatihan mengenai belajar menulis dengan baik dan benar 5W 1H dan cara membuat foto yang benar sebagai pendukung narasi berita. "Menjadi perempuan tangguh, perlu belajar sejak belia. Perempuan dan anak merupakan salah satu bagian kerentanan yang seharusnya menjadi kuat, serta tidak menjadi kendala dalam situasi apapun karena sesungguhnya perempuan dan laki-laki kedudukannya sama di hadapan Allah Swt," ujar Deny
 
Usai pelatihan, kegiatan belajar menulis dilanjutkan melalui media perpesanan dengan membuat narasi beserta dukungan foto. "Yang penting belajar menulis dulu sebagai kontributor, nantinya dikirimkan ke teman-teman tim jurnalistik, Majelis Pustaka dan Informatika milik PDM Jepara serta media jurnalisik persyarikatan lainnya, untuk dirilis di media online."
 
Di penghujung pelatihan Deny mengajak para peserta membuat yel yel penyemangat. "Berani mencoba, berani gagal, Itulah manusia tangguh." Acara kemudian ditutup dengan sholat Ashar berjamaah. (Deny Ana I’tikafia)