LLHPB 'Aisyiyah Lampung Latih Ketahanan Pangan Bagi Anak Asuh

15 September 2020 09:56 WIB | dibaca 34

Kondisi pandemik saat ini membuat perekonomian lumpuh, banyak perusahaan yang merumahkan karyawannya, pegangguran dimana-mana, jumlah kemiskinan meningkat. Ditambah lagi, masa pandemi COVID-19 yang belum pasti akan berakhir kapan memiliki dampak yang sangat terasa di bidang kelenting dan ketahanan pangan yang memiliki dua kata kunci penting yaitu ketersediaan pangan yang cukup dan merata serta akses penduduk terhadap pangan, baik secara fisik maupun ekonomi.

Menurut Dr. Erna Rochana Ketua Lembaga Lingkungan Hidup Penanggulangan Bencana (LLHPB), tidak seharusnya membuat kita bermalas-malasan dan agar mampu melihat peluang yang ada.

“Kondisi seperti ini seharusnya membuat kita tidak bermalas-malasan. Semua itu akan membuat kita menjadi hamba yang putus asa. Namun dengan adanya virus Corona ini membuat kita semakin bertaqwa kepada Allah dan bangkit untuk berbuat yang terbaik. Masa pandemi menjadi peluang kita untuk berbagi, berinovasi dalam segala bidang. Muhammadiyah & ‘Aisyiyah menangkap situasi ini dengan mencanagkan Program Ta'awun untuk Negeri,” kata Erna. 

Ta'awun untuk Negeri adalah kegiatan yang dicanangkan PP Muhammadiyah di masa pandemi ini. Semua ortom di persyarikatan menyambut baik program tersebut. PP ‘Aisyiyah menginstruksikan majelis dan lembaga untuk membuat kegiatan dalam merealisasikan program Ta’awun untuk Negeri. Seperti yang digagas oleh Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan (MEK) ‘Aisyiyah dengan program Ketahanan Pangan (Ketapang). 

Sementara LLHPB dengan program Kelenting dan Ketahanan Pangan. Program ini atas dukungan LLHPB PPA dengan The Asian Foundation (TAF), tujuan dari kegiatan ini sendiri adalah membantu warga persyarikatan yang terdampak Covid 19 agar dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk memenuhi tujuan tersebut, LLHPB PWA Lampung menggelar pelatihan kelenting dan  ketahanan pangan di masa pandemik Covid-19.

Kegiatan pelatihan yang di hadiri Founder Juli dari Polinela, Rahmalia dosen Darmajaya, Majelis Lingkungan Hidup PWM Fajar Sasora, Sekretaris PDM Kota Bandar Lampung Thabroni M Zuhri, Wakil Kepala Panti Budi Mulya Muhammadiyah 1 Haidir, Sekretaris panti Gito Waluyo, serta pengasuh panti.

Founder Juli dari Polinela, Rahmalia dosen Darmajaya menyampaikan bahwa program ini tersebar di 16 provinsi. Kegiatan yang salah satunya dilaksanakan di Provinsi Lampung adalah Budikdamber dan menanam sayur organik. Lokasi kegiatan berada di Panti Asuhan Muhammadiyah Budi Mulya 1 Kota Bandar Lampung dengan anak asuh berjumlah 130 orang, pengasuh 10 orang dan Panti Asuhan Muhammadiyah Budi Mulya 2 Kota Bandar Lampung berjumlah 12 orang dengan pengasuh 2 orang. 

“Alhamdulillah kegiatan Budikdamber dan menanam sayur organik sudah berjalan 1 bulan, dalam perjalanan kegiatan tersebut ada kendala yang dihadapi, namun karena kegiatan dilaksanakan dengan gembira maka kendala yg dihadapi bisa terlaksana,” ucap Rahma. 

Fajar Sasora selaku hadirin dari Majelis Lingkungan Hidup Muhammadiyah mengatakan tujuan program selain untuk dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari secara mandiri juga untuk menumbuhkan kewirausahaan anak asuh, jika mereka sudah  tidak berada di panti bisa mempraktekan kegiatan ini.

Sumber: llhpb.aisyiyah.or.id