LLHPB Aisyiyah Kab. Blora Berbagi Air Bersih di Tengah Pandemi

03 Oktober 2020 21:50 WIB | dibaca 48

 
Berbagi tiada henti berderma tiada reda. Sebuah pepatah yang layak untuk PDA Blora. Selalu ada kegiatan yang sifatnya membagikan kepada orang lain. Apakah itu berbagi ilmu, berbagi materiel maupun berbagi yang berupa kebutuhan non-ekonomi.
 
Kali ini PDA dengan tim pelaksana LLHPB, menyalurkan air bersih ke daerah pelosok-pelosok desa yang membutuhkan air bersih. Kegiatan tersebut merupakan prioritas kegiatan karena merupakan kebutuhan primer yang sangat mendesak dan harus segera terpenuhi.
 
Blora yang termasuk daerah kering, sudah dapat dipastikan jika musim kemarau kekurangan air bersih. Oleh sebab itulah LLHPB siap bergerak meringankan beban mereka akan kebutuhan air.
 
Dimulai hari ini, Sabtu, 03 Oktober 2020, tim LLHPB yang berjumlah 4(empat) orang, yaitu Tiknowati, Nanik Prapti Wahyunani, Yetty, dan Nunuk Sutrisyanti meluncur  ke dk.Gunung Bancak, desa Jepangrejo, kec. Blora dengan dua tangki air. Daerah Gunung Bancak merupakan titik awal pengedropan, Karena daerah tersebut merupakan daerah terparah kekurangan air bersih. Masyarakat antusias mendapatkan dropping air tersebut.
 
Pada kesempatan kali ini, di samping dropping air, ibarat sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui. Selain dropping air, dibagikan juga masker dan penjelasan tentang TBC dan  cara pencegahannya. 
 
     Nanik Prapti Wahyunani, yang mewakili ketua PDA menyatakan apresiasi dan terima kasih kepada tim LLHPB yang telah melaksanakan program berbagi air bersih dan masker kepada masyarakat di pelosok dengan harapan  kepada masyarakat bisa memanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan tetap mematuhi protokol kesehatan.
 
"Semoga air yang dibagikan bisa bermanfaat dan masker yang dipakai bisa mencegah masuknya virus dan bakteri ke dalam tubuh, " demikian Nanik Prapti Wahyunani mengakhiri sambutannya.
 
    Adapun pembagian jatah air berdasarkan titik kumpul dari suatu area. Masing-masing titik sejumlah sekitar30-40 KK. Masing-masing membawa jirigen dengan pembagian yang merata, per KK 4- 5 jirigen. Meskipun hanya kebagian 4-5 jirigen per KK, mereka antusias namun juga tidak ada berebutan di antara mereka. Secara tertib mengambil sesuai bagiannya. Dan ketika masih ada sisa, tetap boleh tambah. (Tiknowati /LLHPB Aisyiyah Kabupaten Blora)