'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Lima Tahun Griya Lansia 'Aisyiyah Baiturrahmah: Terus Berkegiatan dari Lansia untuk Lansia
14 Juni 2017 14:10 WIB | dibaca 135

 

Jumlah dan proporsi penduduk lanjut usia di Indonesia diproyeksikan akan terus meningkat. Penduduk berusia di atas 60 tahun pada tahun 2015 sebesar 21.6 juta dan meningkat menjadi 25,9 juta pada tahun 2019. Prediksi jumlah penduduk lansia di Indonesia hingga tahun 2100 menunjukan angka kelipatan yang luar biasa, 5 kali lebih tinggi dibanding tahun 2013 yakni dari 8,9% menjadi 41%. (Sumber: Tanfidz Keputusan Muktamar ‘Aisyiyah ke-47).

Peningkatan proporsi penduduk lansia ini akan membawa dampak terhadap situasi sosial ekonomi juga psikologis tidak hanya bagi lansia tetapi juga dalam keluarga. Oleh karena itu peningkatan jumlah lansia sewajarnya harus dibarengi dengan peningkatan berbagai fasilitas, pendampingan dan layanan untuk mereka.  

Atas dasar itulah ‘Aisyiyah memasukan pemberdayaan kaum lansia pada program kerja bidang kesejahteraan sosial. Hal tersebut juga diperjelas dalam Tanfidz Keputusan Muktamar ‘Aisyiyah Ke-47 yang termuat dalam Program Nasional ‘Aisyiyah. Dimana dalam program Bidang Kesejahteraan Sosial tercantum program tentang lansia yakni “Meningkatkan sosialisasi pemahaman dan pendampingan bagi warga masyarakat lansia untuk menjalani kehidupan yang wajar sebagai warga masyarakat sesuai dengan potensi yang dimiliki.”

Perwujudan nyata dari program tersebut adalah ‘Aisyiyah bergerak di masyarakat dengan membentuk beberapa kelompok dampingan untuk para lansia. Salah satunya adalah Griya Lansia ‘Aisyiyah Baiturrahmah yang berdiri di Yogyakarta. Griya Lansia Baiturrahmah yang pada 20 Mei 2017 kemarin melangsungkan milad ke-limanya merupakan Baiturrahmah merupakan perkumpulan para lansia yang dikelola oleh Majelis Kesejahteraan Sosial Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Menurut Siti Azizah selaku sekretaris Griya Lansia ‘Aisyiyah Baiturrahmah, pembentukan Griya Lansia ‘Aisyiyah Baiturrahmah ini juga berawal dari keinginan membuat komunitas bagi aktifis-aktifis 'Aisyiyah yang sudah lanjut usia. “Dengan Griya Lansia ini harapan kami mereka akan senang berkumpul di komunitas yang sama dan masih dekat dengan persyarikatan,” ujar Azizah.

Salah satu permasalahan yang kerap dialami lansia adalah perasaan kesepian yang mereka alami jika harus berdiam diri di rumah terlebih jika ditinggal bekerja oleh anak-anak. Dr.dr Probosuseno, spesialis penyakit dalam geriatri sekaligus penasihat dan pembina di Griya Lansia Baiturrahmah menyarankan bahwa sejatinya para lansia itu harus berkumpul dan berkegiatan dengan demikian mereka tidak akan merasakan sendiri serta kesepian serta tetap bisa merasakan diri mereka produktif dan bermanfaat.  Hal senada juga disampaikan Siti Halimah selaku ketua Griya Lansia Baiturrahmah bahwa tujuan griya lansia ini salah satunya untuk menjaga kesehatan kaum lansia. “Dengan berdirinya griya lansia ini maka tidak akan membiarkan para lansia tidak berkomunikasi, karena dengan berkomunikasi akan bisa menjaga kesehatan para lansia,” ujar Halimah.

     

Sejak awal berdirinya hingga sekarang anggota griya lansia terus bertambah dan para anggota sangat aktif dan antusias dalam setiap kegiatan yang dilakukan. Kegiatan rutin griya lansia dilakukan setiap hari Selasa dan Jumat dimana para anggotanya melakukan beberapa kegiatan seperti tadarus, tafsir al-Qur’an, pembahasan psikologi lansia, seksologi lansia, senam lansia, masak bersama dan makan siang bersama. Juga dilakukan kegiatan bulanan yakni pengajian besar setiap tiga bulan sekali dengan mengundang pembicara dan kelompok-kelompok lansia lain. Kegiatan pemeriksaan kesehatan juga dilakukan oleh Griya Lansia Baiturrahmah untuk anggotanya setiap satu bulan sekali.

Keinginan untuk berbagi juga sangat besar dimiliki oleh anggota Griya Lansia Baiturrahmah, karena itu secara rutin setiap tahunnya sebanyak dua sampai tiga kali diadakan bakti sosial untuk lansia dhuafa yang ada di sekitar lingkungan Griya Lansia Baiturrahmah juga lansia lain yang direkomendasikan para anggota. Kegiatan bakti sosial tersebut berupa pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian obat-obatan juga vitamin, pemberian sembako atau alat sholat.

   

Siti Azizah menyampaikan bahwa dengan kegiatan yang beragam sangat disyukuri tidak ada masalah yang berarti untuk pendanaan yang dilakukan secara swadaya oleh para anggota. “Dalam lima tahun terakhir terkadang kami sanksi dengan pendanaan tetapi Alhamdulillah semua kegiatan berlangsung lancar bahkan para anggota sangat senang jika bisa menyumbang untuk kegiatan sosial,” ungkap Azizah. Tak bisa dipungkiri juga kelancaran kegiatan turut didukung oleh kerjasama yang baik dengan beberapa instansi seperti RSUP Sardjito, UNISA juga PKU Muhammadiyah yang turut berpartisipasi dalam kegiatan griya lansia baik dalam hal dokter, perawat juga obat-obatan.

Kegiatan lain yang dilakukan Griya Lansia Baiturrahmah adalah mengajak para anggotanya untuk berlibur. Dalam kegiatan berlibur tersebut para anggota juga diajak mengunjungi kelompok lansia yang ada di daerah setempat atau mengunjungi tokoh ‘Aisyiyah-Muhammadiyah setempat yang sudah berusia lanjut. “Semua kegiatan yang dilakukan Griya Lansia ‘Aisyiyah Baiturrahmah adalah untuk menyambung tali silaturahmi, dari lansia untuk lansia,” ujar Azizah.

Di usianya yang sudah menginjak lima tahun ini para pengurus Griya Lansia Baiturrahmah dan juga anggotanya berharap bahwa Griya Lansia akan terus berkembang dan menjadi wadah berkumpul para lansia untuk menjaga diri tetap aktif dan tetap merasa berdaya untuk diri sendiri maupun lingkungan sekitar. (Suri)

Shared Post:
Berita Terbaru
Berita Terkomentari
Dinamika Daerah