Lawatan PP ‘Aisyiyah ke TK ABA Kairo dan Markaz Dakwah Muhammadiyah Mesir

11 Februari 2020 12:06 WIB | dibaca 253

KAIRO, Suara Muhaammadiyah – Pimpinan Cabang Istimewa ‘Aisyiyah (PCIA) Mesir mendapat lawatan istimewa dari jajaran Ketua Pimpinan Pusat (PP) 'Aisyiyah di antaranya Prof. Dr. Masyitoh Chusnan, M.Ag yang merupakan ketua PP Aisyiyah selaku Koordinator Majelis Pendidikan, beserta Dr Chandrawaty, MPd selaku wakil ketua Majelis Dikdasmen dan Gusmini, SPd selaku bendahara Majelis Dikdasmen pada (9/2) lalu.

TK ABA Kairo menjadi salah satu tempat yang dikunjungi oleh rombongan PP 'Aisyiyah tersebut. Selain itu juga menyempatkan kunjungan ke Markaz Dakwah karena ingin menjenguk anak-anak kadernya yang berada di Mesir.

Ada beberapa hal yang cukup urgen untuk dibahas. Pertama, disampaikan oleh Masyitoh mengenai bagaimana perkembangan TK ABA Kairo. Masyithoh saat mengunjungi TK ABA didampingi oleh kepala sekolah Saipik, SPd beserta para guru dan jajaran pengurus PCIM dan PCIA.

Membahas TK ABA Kairo, kendala yang dihadapi adalah soal ketiadaan guru yang tetap. Maka melalui pertemuan ini pula dibahas untuk menemukan solusinya. Selain itu Masyitoh juga berpesan dan mengingatkan kembali kepada seluruh kader untuk memperhatikan 4 Ghirah KHA Dahlan. Yaitu Ghirah Islamiyah (agama Islam), Ghirah Ilmiah (ilmu), Ghirah Amaliyah (amal) dan Ghirah Taghyir (perubahan).

Dilanjutkan oleh Chandrawati yang menanggapi soal TK ABA. PP ‘Aisyiyah merasa senang dengan adanya amal usaha ‘Aisyiyah di luar negeri. Jadi dari sisi guru, tunjangan, buku, materi al-Islam dan ke-Muhammadiyahan akan semakin diperhatikan lagi kedepannya. Apalagi setelah Tanwir kedua yang diadakan di Yogyakarta beberapa bulan lalu yang menjadi perbincangan hangat adalah tentang amal usaha ‘Aisyiyah.

Chandra juga menanggapi persiapan PCIM Mesir Goes to Muktamar Muhammadiyah Surakarta, memberikan semangat dan membantu memikirkan jalan keluar atas kendala yang dihadapi Tim Muktamar soal biaya.

Diharapkan dengan adanya pertemuan singkat ini dapat membuka banyak jalan keluar yang sebelumnya menjadi kendala bagi kader persyarikatan Muhammadiyah dan 'Aisyiyah Mesir serta semakin menguatkan semangat PCIM dan PCIA yang belajar sekaligus berorganisasi di tanah rantau.

Sumber: suaramuhammadiyah.id