Kreasi Pangan Pengganti Makanan Pokok Nasi

20 Oktober 2012 17:57 WIB | dibaca 1432

 

Dalam rangka memeriahkan perhelatan Tanwir ‘Aisyiyah I, digelar berbagai rangkaian acara, seperti Pameran Batik Nusantara, Bazar, Lomba Mewarnai, serta yang tak kalah menarik adalah lomba cipta kreasi pangan pengganti makanan pokok nasi. Lomba cipta kreasi makanan yang diikuti oleh 50 kelompok ibu-ibu PKK dan warga sekitar Kampus Terpadu Stikes ‘Aisyiyah Yogyakarta ini merupakan bentuk kepedulian ‘Aisyiyah terhadap persoalan ketahanan pangan melalui keluarga.

Hampir semua jenis aneka kreasi makanan olahan dari para peserta lomba mengundang selera dan rasa ingin tahu dari para pengunjung. Tata cara penyajiannya terbilang kreatif, unik, serta menimbulkan selera untuk mencoba mencicipinya. Salah satu kreasi makanan yang unik adalah kreasi pangan yang terbuat dari Salak Lokal buatan Ibu Murrahayu, perwakilan dari Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Tempel. Dipilihnya bahan baku salak lokal karena ciri khas dari salak lokal itu sendiri yang memiliki rasa sepet. Ibu Rahayu ingin menciptakan makanan olahan yang berbeda dan lain dari yang lain.

Saat penjurian, dewan Juri menetapkan 10 besar pemenang Lomba Cipta Kreasi Pangan, untuk kemudian diambil 5 pemenang pada keeseokan harinya. Tentunya peserta lomba harus menciptakan olahan pangan yang pasti harus berbeda dan mengandung nilai kebermanfaatan tinggi serta yang paling penting bahan pokoknya bukan berasal dari beras agar dapat menjadi pemenang dalam lomba ini.

Kreasi makanan ‘Singkong Wortel Gulung’ dari Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Gamping terpilih menempati urutan pertama dari 10 besar pemenang lomba. Dipilihnya ‘Singkong Wortel Gulung’ ini karena digunakannya bahan lokal dan terdapat unsur sayuran dalam olahan ‘Singkong Wortel Gulung’. Selain itu, ‘Singkong Wortel Gulung’ mampu bertahan selama 6 bulan dengan menyimpan di wadah yang ditutup dengan rapat.