Konsolidasi Pimpinan 'Aisyiyah Tingkat Nasional : Gerakan Penguatan Kepemimpinan 'Aisyiyah Dalam 1 Tahun

24 November 2016 12:03 WIB | dibaca 1700

Melanjutkan konsolidasi yang telah dilakukan Muhammadiyah pada (18/11), Aisyiyah mengadakan Konsolidasi Pimpinan ‘Aisyiyah Tingkat Nasional. “Konsolidasi Muhammadiyah kemarin bisa menjadi  bahan bagi ‘Aisyiyah untuk meneguhkan, mempertajam, mengakselerasi program-program ‘Aisyiyah di tingkat pusat maupun daerah” Ungkap Siti Noordjanah Djohantini, Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah (PPA), pada sambutannya di Universitas ‘Aisyiyah (19/11)

Noordjanah mengungkapkan bahwa,konsolidasi pemimpinan menjadi sesuatu yang penting terkait dengan solidnya pimpinan dan kuatnya kelembagaan dan organisasi yang akan bisa terus tegak dan berjalan di atas prinsip ideologi yang dipegang.

‘Aisyiyah sebagai organisasi Islam wanita terbesar di dunia berdasarkan penelitian antropolog ternama dari University of North Carolina USA, James L. Peacock (1986) dikatakan Noordjanah  bahwa ‘Aisyiyah patut berbangga sekaligus merupakan peringatan bahwa kedepannya organisasi harus semakin kuat kepemimpinannya dan juga harus menunaikan amanah sebaik-baiknya.

Diungkapkan oleh Noordjanah bahwa sudah saatnya kepemimpinan ‘Aisyiyah dari tingkat bawah sudah diperhitungkan, “Bisa diperhitungkan itu ya tentunya harus ada kepemimpinan yang kuat, harus mengetahui kondisi daerah, juga amal usaha harus menjadi pilar kita, serta perbanyak target program kemitraan untuk memperkuat organisasi,” Tutur Noordjanah.

Selain itu, ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Masyitoh Chusnan dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa ‘Aisyiyah harus peka dengan isu dan akrab,juga merespon, menguatkan, mensosialisasikan, dan  memberdayakan terhadap isu yang sedang ditangani, Masyitoh menekankan bahwa ‘Aisyiyah harus lebih maju atas kebutuhan masyarakat dan terus meningkatkan kemapuannya.

Masyitoh mengingatkan bahwa anggota ‘Aisyiyah harus mengenal ‘Aisyiyah secara utuh agar rasa memiliki juga peduli dengan ‘Aisyiyah tidak luntur, “ Bila tidak bisa mengenal ‘Aisyiyah secara utuh setidaknya kenali 5 dimensi berikut historis, organisator, ideologis, biografis, praksis (Amal Usaha),” Ungkap Masyitoh. [NKA]