Konsolidasi Nasional Pimpinan ‘Aisyiyah 2019 Tentukan Strategi Gerakan ‘Aisyiyah

08 Mei 2019 13:00 WIB | dibaca 146

  
 

YOGYAKARTA -- Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah menyelenggarakan Konsolidasi Nasional Pimpinan ‘Aisyiyah Tahun 2019 di Aula lantai dua, Kantor PP ‘Aisyiyah, Jalan KH. Ahmad Dahlan nomor 32, Yogyakarta. Kegiatan yang dilaksanakan pada (08/05) ini dihadiri oleh perwakilan dari 24 wilayah se-Indonesia.

Kegiatan  bertajuk “Agenda Strategis Gerakan dan Dinamisasi Kepemimpinan Untuk Dakwah Melintas Batas” ini, Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini menyampaikan bahwa kesempatan bertemu dalam momen konsolidasi nasional ini akan menghasilkan strategi-strategi gerakan dalam dakwah ‘Aisyiyah. “Dari pertemuan ini akan membawa kita pada diskusi bagaimana menggerakkan seluruh roda dakwah kita  untuk menyelesaikan dan menjalankan dakwah kita di masyarakat,” terangnya.

Ia menambahkan bahwa konsolidasi ini adalah salah satu cara untuk menyamakan agar semakin bersemangat, mempunyai strategi, dan rasa kebersamaan untuk bisa menggerakkan ‘Aisyiyah.

Selain itu, Siti Noordjannah juga menyampaikan beberapa hal penting yang menjadi makna tema Konsolidasi Nasional Pimpinan ‘Aisyiyah Tahun 2019 tersebut. “Ada beberapa hal yang harus terus diikhtiarkan supaya dalam menggerakkan ‘Aisyiyah ini on the track dengan misi ‘Aisyiyah dan Muhammadiyah,” katanya.

Pertama, mendiskusikan perubahan masyarakat yang begitu cepat. Terjadinya perubahan yang begitu cepat merupakan tantangan yang dihadapi oleh ‘Aisyiyah. Tugas pimpinan yang menggerakkan adalah mempunyai peran organisasi. ‘Aisyiyah selalu hadir untuk membawa misi, bil hikmah dan pandangan Islam berkemajuan.

Kedua, organisasi ‘Aisyiyah saat ini hidup di abad kedua yang dapat melihat bagaimana kehidupan berislam di masyarakat. Maka agar tetap sesuai dengan misi ‘Aisyiyah dan Muhammadiyah, para pimpinan bersama-sama mengalirkan pondasi gerakan, di antara pondasi gerakan tersebut adalah Risalah Pencerahan yang dikeluarkan pada Tanwir di Bengkulu.

Ketiga, memanfaatkan sisa waktu menjelang muktamar. Noordjannah mengajak para peserta untuk semakin bergairah dalam menjalankan program-program amanah muktamar di Makassar maupun amanah tanwir. “Sisa waktu satu tahun ini marilah kita gairahkan untuk meneguhkan, merefresh terutama para pimpinan sampai di tingkat bawah yaitu memahami tentang pondasi gerakan dan ideologi, pandangan Islam berkemajuan yang harus menjadi bingkai yang menggerakkan organisasi,” paparnya.

Meneguhkan peran dan dakwah dalam peran kebangsaan menjadi agenda strategis ‘Aisyiyah. Peran lintas dakwah juga dijalankan dengan program yang ada. Semangat dakwah melintas batas menjadi kekuatan bagi ‘Aisyiyah terutama di tingkat pusat untuk mendorong kemajuan wilayah, daerah dan ke bawahnya.

Seperti Majelis Ekonomi atas gagasan SWA (Sekolah Wirausaha ‘Aisyiyah)-nya, yang sudah bergulir di tingkat bawah. Lembaga kebudayaan dengan program pustaka bergerak di Kaltara (Kalimantan utara) misalnya. Menggerakkan majelis tabligh di tingkat daerah. Bidang kesehatan dengan Germas untuk membangun semangat sehat. Bidang kader dengan gerakan Baitul Arqam dan kajian ideologisasinyta. Majelis Hukum dengan Posbakum yang sudah berkembang di banyak wilayahnya.

“Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah sangat memerlukan kekuatan dan komitmen bersama supaya agenda-agenda ‘Aisyiyah bisa terlaksana dengan baik,” tutupnya. Setelah pembukaan, dilanjutkan dengan laporan dari setiap wilayah dan diskusi bersama. (AAM)