Konsolidasi Nasional Majelis Tabligh Bahas Peran Dakwah 'Aisyiyah Era Kontemporer

18 Oktober 2019 17:01 WIB | dibaca 249

Yogyakarta – Majelis Tabligh Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah melaksanakan Konsolidasi Nasional Majelis Tabligh Pimpinan ‘Aisyiyah se-Indonesia. Mengangkat tema “Meningkatkan dan Mengembangkan Peran dan Kontribusi Majelis Tabligh dalam Dakwah Pencerahan ‘Aisyiyah Melintas Batas,” konsolidasi nasional diikuti Pimpinan Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) dari 23 provinsi se-Indonesia, serta perwakilan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kegiatan yang digelar di Aula lantai 2 Kantor PP ‘Aisyiyah, jalan Ahmad Dahlan no. 32 Yogyakarta ini dilaksanakan sejak hari ini (18/10) hingga 20 Oktober 2019.

Dalam sambutannya, Ketua Majelis Tabligh PP ‘Aisyiyah, Cholifah Syukri menyampaikan berbagai realita tantangan dakwah serta peran dakwah ‘Aisyiyah di era revolusi industri 4.0. Sebagai bentuk dakwah ‘Aisyiyah, melalui Majelis Tabligh berupaya menjalankan tanggung jawab amanah Muktamar 47 dengan melakukan inovasi dakwah sesuai kemajuan kontemporer.

“Meskipun dunia saat ini sudah berkembang, apa yang dilakukan Majelis Tabligh tetap relevan dengan keadaan saat ini. Majelis Tabligh berusaha menata dan meningkatkan kemajuan program. Peran Majelis Tabligh salah satunya adalah sebagai wadah dan pengelola muballighat. Muballighat inilah ibarat anak panah yang menyampaikan nilai-nilai ke-Islaman, yaitu Islam yang wasathiyah dan mencerahkan,” terang Cholifah.

Ia juga mengatakan bahwa momentum konsolidasi ini merupakan wujud refleksi dan evaluasi atas kerja-kerja yang telah dilakukan Majelis Tabligh selama periode empat tahun.

Sementara itu, hadir membuka acara, Siti Noordjannah Djohantini, Ketua Umum PP ‘Aisyiyah mengapresiasi Majelis Tabligh atas terselenggaranya Konsolidasi Nasional ini. Noordjannah mengatakan kegiatan ini adalah sesuatu yang penting. “Penting karena dihadiri pimpinan ‘Aisyiyah se-Indonesia yang telah berkorban untuk kepentingan bersama, untuk kepentingan Islam, kepentingan kemanusiaan dan semesta. Kehadiran para peserta juga tidak mencari hal lain, tetapi hanya untuk mencari ridho Allah, mencari kelapangan bagi kita di hari akhir melalui kiprah di Majelis Tabligh,” tuturnya.

Ia menambahkan, ‘Aisyiyah melalui Majelis Tabligh membawa misi dakwah untuk kebaikan dunia dan akhirat. “Dan juga Ingin mencari yang thayib untuk kehidupan di dunia dan akhirat sebagaimana yang menjadi landasan dan dasar kita, QS. An-Nahl: 97 dimana perempuan-perempuan ‘Aisyiyah dan Muhammadiyah bergerak tanpa lelah yaitu menggerakkan dakwah melalui Tabligh,” tegas Noordjannah.

Menanggapi tantangan dakwah di era Revolusi Industri 4.0, Noordjannah berpesan ‘Aisyiyah harus dapat memanfaatkan medsos dengan sebaik-baiknya. “Misalnya ada WA grup dari Majelis Tabligh diisi dengan kabar-kabar terbaru dari organisasi, diisi tentang Risalah Pencerahan misalnya,” katanya.

Risalah Pencerahan sendiri berisi delapan keputusan, di antaranya pertama menegaskan paham Islam wasathiyah. Kedua, Muhammadiyah – ‘Aisyiyah tentang Risalah Pencerahan itu isinya tentang beragama yang mencerahkan. Cara pandang beragama yang mencerahkan itu dengan wasathiyah, mampu menyelesaikan persoalan kemasayarakatan, kemanusiaan semesta. Ketiga, iqra atau perbanyak membaca. Keempat, berjihad dengan segala kemampuan.

Kelima, melakukan perubahan strategi dari perjuangan melawan sesuatu menjadi perjuangan menghadapi sesuatu. Keenam, membangun manusia yang relijius. Ketujuh, berpolitik yang luhur. Terakhir, berkomitmen mewujudkan Islam sebagai agama yang mencerahkan kehidupan.

“Kenapa perlu dimasukkan? Karena itu bisa menjadi tabligh ala Tabligh kita. ‘Aisyiyah perlu juga men-share bagaimana cara bermedsos. Kita harus memperlopori itu sebagai organisasi perempuan muslim berkemajuan. Melalui Tabligh ini kita harus bisa memberi pencerahan bagi saudara-saudara kita dan jangan mudah menghasut oang lain,” tambahnya.

Di akhir, Noordjannah berpesan kepada peserta untuk memanfaatkan pertemuan dalam konsolidasi nasional ini untuk  merefleksikan, kemudian membuat langkah-langkah strategis kedepannya sekaligus membuka acara Konsolidasi Nasional Majelis Tabligh Pimpinan ‘Aisyiyah se-Indonesia dengan mengucap basmallah. (AAM)