Konsep Civil Society Masih Abai Gender dan Keberagaman

13 Juli 2014 10:34 WIB | dibaca 978

dokumen The Asia Foundation

 

Menurut Lies Marcoes, meskipun konsep civil society sudah bagus, masih banyak tantangan yang harus dihadapi untuk memaksimalkan peran civil society dalam sebuah negara yang berkonsep madani atau negara berkemajuan. Lies melihat, konsep masyarakat madani masih abai pada beberapa hal diantaranya pada realitas gender dan keberagaman yang ada di masyarakat.

“Ketika berbicara ruang publik yang ada dibenak itu adalah lelaki, lupa apa yang ada di belakangnya yaitu ruang domestik dan ruang domestik bukan ruang yang vakum. Seperti HAM dia lupa pada apa yang ada di ruang domestik. Ada kekerasan dan pengabaian pada perempuan,” ungkap Lies di depan peserta pengajian Ramadhan Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah (13/07).

Perempuan yang dikenal sebagai aktifis gender dan Islam ini mencontohkan kelompok disabel yang sampai saat ini harus berjuang menyuarakan hak mereka. Padahal, menurutnya justru pemerintah yang harus memberikan ruang bagi mereka agar diperlakukan sesuai dengan keadaan mereka.

“Yang terpenting dari masayarakat madani adalah kepentingan individu dan negara harus melindungi individu” Kata Lies

Lies mengatakan pemerintah perlu didorong untuk membuat perundang-undangan yang bisa melindungi dan memenuhi hak pihak-pihak yang saat ini masih diabaikan oleh pemerintah. (mids)