Komunitas 'Aisyiyah, Cara Amal Usaha Perkokoh Ideologi Muhammadiyah

08 Februari 2020 09:21 WIB | dibaca 100

 
"Siapapun SDM yang ada di amal usaha Muhammadiyah-'Aisyiyah adalah menjadi bagian penggerak dakwah Muhammadiyah-'Aisyiyah." Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat 'Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini saat melakukan pertemuan dengan jajaran pengurus Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah (PWA) Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Kamis (6/2).
 
Oleh karena itu, untuk mendorong semakin suburnya kontribusi SDM yang ada di amal usaha menggerakkan persyarikatan, maka Noordjannah pada kesempatan tersebut menyarankan agar setiap amal usaha membentuk apa yang disebut dengan Komunitas 'Aisyiyah. "Media yang dapat kita gunakan adalah membentuk sebuah wadah agar SDM yang ada di amal usaha dapat berkumpul dan membuat kegiatan dan PP 'Aisyiyah sudah menyepakati wadah ini kita sebut sebagai komunitas 'Aisyiyah."
 
  
 
Pada pertemuan yang berlangsung di Asrama Haji NTB tersebut, Noordjannah menyampaikan bahwa penguatan ideologi Muhammadiyah menjadi salah satu hal yang dapat dilakukan di komunitas 'Aisyiyah. "Hal yang penting adalah ideologisasi, memahamkan tentang berbagai pandangan persyarikatan, keislaman, ideologi persyarikatan, sejarah Muhammadiyah-'Aisyiyah, dan sebagainya." Noordjannah yang juga berbicara di hadapan jajaran pengurus Universitas Muhammadiyah Mataram mencontohkan bahwa dengan semakin kuatnya pandangan Islam dalam ideologi Muhammadiyah yang dimiliki oleh SDM yang ada di kampus maka akan semakin meneguhkan ajaran Al Islam Kemuhammadiyahan (AIK) bagi para mahasiswa.
 
Menurut Noordjannah, penguatan ideologi Muhammadiyah-'Aisyiyah bagi seluruh SDM yang ada di amal usaha ini juga penting agar seluruh elemen yang ada di amal usaha dapat semakin tumbuh subur rasa kecintaanya terhadap pergerakan organisasi. "Saya ingin mendorong bagi para civitas ikut merasakan besarnya rasa cinta ibu-ibu senior 'Aisyiyah yang bersemangat membangun 'Aisyiyah." Ia berharap melalui komunitas ini semua yang ada di amal usaha dapat semakin memahami gerakan persyarikatan sehingga akan meningkatkan gerak jiwa rasa, berkontribusi  untuk persyarikatan. (Suri)