Ketua Umum PP 'Aisyiyah Menjadi Pembicara Dalam Kuliah Umum di Universitas Muhammadiyah Cirebon

01 April 2019 19:50 WIB | dibaca 108

CIREBON -- Mahasiswa harus dapat memanfaatkan handphone dengan baik, seperti untuk mempromosikan nilai-nilai Islam yang wasathiyah. Hal tersebut disampaikan oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC), Prof. Khaerul Wahidin saat memberikan sambutan dalam Kuliah Umum bertajuk “Urgensi AIK (Agama Islam dan Kemuhammadiyahan) dan Ke-‘Aisyiyahan Dalam Era Milennial” pada Senin (01/04). Dalam agenda Kuliah Umum tersebut turut hadir perwakilan Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Jawa Barat, jajaran pimpinan universitas dan para pimpinan program studi serta mahasiswa UMC. Lebih lanjut, di penghujung sambutan Khaerul berharap UMC akan menghasilkan kader-kader persyarikatan yang bermanfaat bagi bangsa.

Kuliah Umum Urgensi AIK dan Ke-‘Aisyiyahan Dalam Era Milennial ini disampaikan oleh Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini. Noordjannah mengatakan bahwa kehadiran UMC merupakan wujud strategi amar makruf nahi munkar. “UMC hadir dengan pendidikan untuk menghasilkan manusia-manusia utama, berkualitas dan baik” ujarya.

Bagi Noordjannah, sangat penting untuk berilmu sebelum beramal. Muhammadiyah mengajarkan untuk memberikan pendidikan sebelum beramal. Baik perempuan dan laki-laki diberi ruang partisipasi yang sama di Muhammadiyah. Sesuai dengan pandangan Ahmad Dahlan bahwa perempuan dan laki-laki punya potensi, maka diajak untuk berdakwah, berjuang untuk umat.

Kiprah ‘Aisyiyah sendiri dalam bidang pendidikan sudah dibuktikan sejak tahun 1919 dengan mendirikan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). “Anak-anak harus dididik sejak awal agar punya karakter yang baik. Tahun 2019 ini memasuki usia PAUD/TK ABA ‘Aisyiyah yang ke 100 tahun. Itulah cikal bakal bangsa disiapkan sejak dini untuk menyiapkan generasi,” cerita Noordjannah.

Noordjannah melanjutkan, karakter generasi akan berubah seiring perkembangan zaman, terlebih memasuki era digital. “Perilaku manusia dalam era digital berubah, bangun tidur yang dilakukan langsung cek HP. Meskipun begitu, kita harus pintar memanfaatkan media tersebut,” jelasnya.

“Oleh karenanya Muhammadiyah mengeluarkan fiqih informasi karena saat ini masyarakat berduyun-duyun di dunia digital, dengan berpedoman itu, kita tahu bahwa di era digital ini harus beretika dan harus bertabayyun,” tegas Noordjannah. (AAM)