Ketum Muhammadiyah-'Aisyiyah Hadiri Milad 106 Muhammadiyah di PRM Patran

31 Desember 2018 16:00 WIB | dibaca 166

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir dan Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini hadiri acara Milad 106 Tahun Muhammadiyah yang diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Patran Tegalrejo, Moyudan, Sleman, pada Ahad (30/12).

Alasan hadirnya dua tokoh besar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang juga merupakan pasangan suami istri ini, dikarenakan Dusun Patran tempat kelahiran dari Ketua Umum ‘Aisyiyah.

“Dari Dusun Patran ini telah lahir tokoh bangsa, dan kader kebanggaan ‘Aisyiyah, yakni Siti Noordjannah Djohantini,” ucap Zaris Danis Nofiar, Ketua PRM Patran dalam sambutannya. Sementara Noordjannah, dalam sambutannya mengajak warga Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah untuk bersama-sama mempertebal keimanan dan ketaqwaan.

“Tanpa adanya iman dan taqwa manusia tidak akan bisa menjalankan kehidupan dengan ridho dan petunjuk Allah SWT. Untuk itu, iman dan taqwa mampu menyelamatkan kita bukan hanya di dunia namun juga kelak di akhirat. Keduanya merupakan pondasi kehidupan manusia,” tutur Noordjannah.

Selain itu, Noordjannah juga berpesan agar warga Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah senantiasa menjaga semangat menjaga ta’awun. “Mari kita implementasikan semangat ta’awun ini dengan budaya tolong menolong, dan juga gotong royong antar sesama,” tutur Noordjannah.

Spesialnya acara milad ini juga karena hadirnya kedua anak dari Haedar dan Noordjannah yakni dr. Hilma Nadhifa Mujahidah, MMR dan dr. Nuha Aulia Rahman untuk memberikan pelayanan dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga dusun Patran, Tegalrejo, Moyudan, Sleman. Sekadar diketahui, sebelumnya putra bungsu Haedar dan Noordjannah yakni dr. Nuha, juga pernah terlibat dalam misi kemanusiaan yang tergabung dalam Muhammadiyah Aid, dan memberikan pelayanan kesehatan dan pemeriksaan kesehatan bagi pengungsi Rohingya di Bangladesh.

“Apa yang dilakukan oleh dr Hilma dan dr Nuha ini merupakan wujud dari semangat ta’awun yang selama ini digaungkan oleh Muhammadiyah, yakni berbagi dan menolong sesama, salah satunya yakni dalam hal kesehatan,” tutur Taufiqurrahman.

Sementara dalam tausyiahnya, Taufiqurrahman mengatakan bahwa Muhammadiyah sejak kelahirannya selalu memegang tegus semangat untuk memberi. Yakni diwujudkan dengan membangun lembaga pendidikan, rumah sakit, panti asuhan, dan amal usaha lainnya yang bertujuan untuk membantu sesama.

“Semangat memberi ini harus kita pertahankan sebagai warga Muhammadiyah, karena dengan semangat ini lah Muhammadiyah tetap terus berkembang menjadi besar,” ujar Taufiqurrahman.

Serangkaian acara Milad  106 tahun Muhammadiyah tersebut diisi dengan tabligh akbar, pengecekan dan pelayanan kesehatan gratis, senam sehat, dan juga jalan santai.

sumber : www.muhammadiyah.or.id