Ketum Muhammadiyah dan 'Aisyiyah Lantik Cabang Istimewa Malaysia

26 Januari 2020 10:17 WIB | dibaca 67

 

 
MALAYSIA - Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Periode 2019-2021 baru saja dilantik oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir. Pelantikan lainnya dilakukan oleh Ketua Umum PP 'Aisyiyah Noordjannah Djohantini untuk PCIA Malaysia.
 
Acara pelantikan tersebut berlangsung bersamaan dengan Tabligh Akbar Keluarga Besar Muhammadiyah Malaysia, Ahad (26/1) di Kleb Dewan Sultan Sulaiman, Kuala Lumpur. Tabligh Akbar sendiri mengambil tema ”Internasionalisasi Muhammadiyah: Memajukan Indonesia, Mencerahkan Semesta.”
 
Noordjannah Djohantini dalam amanatnya mengatakan bahwa pelantikan PCIM dan PCIA Malaysia kali ini terasa sangat istimewa, selain karena dihadiri jajaran Pimpinan Pusat juga dihadiri beberapa jajaran Rektor PTM dan PTA.
 
Selain itu, Noordjannah juga mengapresiasi kiprah PCIA Malaysia yang hingga saat ini sudah memiliki empat amal usaha 'Aisyiyah, baik dalam bidang pendidikan maupun kesehatan.
 
“Apa yang dilakukan PCIA Malaysia menjadi tanggung jawab dalam menyebarkan islam dari Indonesia yang berkemajuan untuk internasional yang berkemajuan,” ujar Noordjannah.
 
Noordjannah berpesan tidak ada kata bagi warga persyarikatan untuk tidak menyebarkan dakwah islam, pelantikan ini merupakan bagian kolektif jihad Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah untuk berdakwah amar ma'ruf.
 
“Seperti kehadiran Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Malaysia diyakini tidak akan memberatkan pemerintah, namun organisasi ini hadir untuk membantu pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan keumatan,” tutur Noordjannah.
 
Noordjannah dalam kesempatan itu juga menyampaikan 5 karakter ‘Aisyiyah sebagai gerakan Islam yang berkemajuan, Pertama, ‘Aisyiyah sebagai gerakan yang usianya lebih dari 100 tahun merupakan gerakan islam, yang tidak boleh keluar dari pandangan Muhammadiyah tentang islam, yakni pandangan islam yang berkemajuan.
 
Kedua, ‘Aisyiyah adalah gerakan perempuan yang berkemajuan, Ketiga, menguatkan gerakan di tingkat basis. “Kekuatan Muhammadiyah ditingkat basis karena rantingnya tumbuh subur, dan ini harus terus dipertahankan dan dikembangkan,” ujar Noordjannah.
 
Keempat, gerakan ‘Aisyiyah adalah amal usaha, Noordjannah mengimbau agar setiap PCIM dan PCIA perlu memiliki amal kegiatan yang sustainable. Kelima, ‘Aisyiyah adalah gerakan kebangsaan, oleh karena itu, kehidupan dan kegiatan yang dilakukan ‘Aisyiyah tidak boleh terlepas dari denyut nadi kebangsaan.
 
“Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dalam menjalankan peran kebangsaan akan selalu tampil memberikan solusi,” pungkas Noordjannah.
 
Sementara Ketua PCIM Malaysia periode 2019-2021 Sony Zulhuda mengatakan, Muhammadiyah Malaysia merupakan elemen penting dan menjadi lumbung kader atau SDM Muhammadiyah masa depan.
 
Kata Sony, makna "Istimewa" bisa memiliki berbagai tafsir di antaranya ‘Internasionalisasi’ dari program besar Muhammadiyah. ”Insya Allah ribuan kader Muhammadiyah Malaysia akan nenjadi kekuatan Muhammadiyah internasional,” ujarnya.
 
Sementara itu Utusan KBRI di Malaysia Agung Cahya Sumirat menyampaikan ucapan Fastabiqul Khairat kepada warga Muhammadiyah Malaysia.
 
Hadir pada acara pelantikan dan tabligh akbar Ketua PP Muhammadiyah, Agus Taufiqurrahman, Sekretaris PP Muhammadiyah, Agung Danarto, beberapa rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah, Anggota DPR RI Zainuddin Maliki serta Perwakilan Muhammadiyah Pulau Pinang.
 
Untuk diketahui, Pengurus PCIM Malaysia periode 2019-2021, Ketua Sony Zulhuda, Sekretaris Sulthon Kamal dan Bendahara Zainal Mufid Kajid. Kepengurusan dilengkapi dengan majelis-majelis.
 
Sedangkan pengurus PCIA Malaysia periode 2019-2020 yang dilantik terdiri dari, Ketua Nita Nasyitah, Sekretaris Nurul Oktavia dan Bendahara Nissyafa’ti. Kepengurusan dilengkapu unsur pimpinan.