Ketum ‘Aisyiyah: Jihad Melalui Suara ‘Aisyiyah

11 Juli 2020 13:27 WIB | dibaca 137

Yogyakarta -- Melalui Suara ‘Aisyiyah ini, menjadi bagian dari jihad kita berdakwah mensyiarkan Islam berkemajuan. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini saat memberi pengarahan di acara Seminar Daring yang diselenggarakan Majalah Suara ‘Aisyiyah pada hari ini (11/7).

“Tentu dinamikanya berbeda, tetapi yang namanya kesungguhan atau berjihad tidak ada bedanya antara yang awal dengan yang akhir. InsyaAllah melalui Suara ‘Aisyiyah ini, menjadi bagian dari jihad kita berdakwah mensyiarkan Islam kemudian menjadi pedoman dan kita bisa memanfaatkannya untuk banyak hal dan di situ Allah akan memberi jalan jika kita sungguh-sungguh,” kata Noordjannah.

Noordjannah mewakili PP ‘Aisyiyah memberikan apresiasinya atas kesungguhan Suara ‘Aisyiyah dalam mengembangkan diri.

“Atas nama PPA, kami menyampaikan apresiasi kepada Pimpinan Suara ‘Aisyiyah. Kami melihat ikhtiar secara sungguh-sungguh untuk memastikan kemajuan dan perkembangan Suara ‘Aisyiyah, bagaimana Suara ‘Aisyiyah tetap dicintai oleh warga ‘Aisyiyah, keluarga persyarikatan dan masyarakat luas,” tuturnya.

Suara ‘Aisyiyah, majalah organisasi perempuan muslim berkemajuan, ‘Aisyiyah baru saja me-launching Website dan Aplikasi pada hari ini, tanggal 11 Juli 2020. Dalam rangka launching website dan aplikasi, majalah Suara ‘Aisyiyah menggelar Seminar Daring bertajuk Arah dan Tantangan Dakwah di Era Digital.

Di usia majalah yang hampir satu abad, lanjut Noordjannah, Suara ‘Aisyiyah berusaha menjawab tantangan zaman di era digital dengan hadir dalam wajah virtual.

Suara ‘Aisyiyah hadir menjadi bagian dari media dakwah persyarikatan termasuk ‘Aisyiyah dan juga menjadi makna bagi persyarikatan Muhammadiyah-‘Aisyiyah dalam memaknai kemuliaan laki-laki dan perempuan. Keinginan Suara ‘Aisyiyah untuk memajukan laki-laki maupun perempuan, membuat Muhammadiyah-‘Aisyiyah memandang pentingnya kehadiran Suara ‘Aisyiyah.

‘Aisyiyah melalui Suara ‘Aisyiyah menampilkan identitas perempuan Indonesia. Karenanya, Noordjannah mengajak untuk mencintai kehadiran Suara ‘Aisyiyah.

“Suara ‘Aisyiyah harus menjadi milik kita, harus kita cintai. Belum sah rasanya menjadi warga maupun pimpinan ‘Aisyiyah jika belum rutin membaca Suara ‘Aisyiyah. Karena di sana ada panduan berorganisasi, wawasan keorganisasian dan wawasan yang penting lainnya,” pungkasnya.

Noordjannah mengutip kalimat Hayyinah, salah satu tokoh ‘Aisyiyah untuk memotivasi para Pimpinan Suara ‘Aisyiyah untuk terus mengembangkan diri dalam berdakwah melalui wajah virtual, website dan aplikasinya.

“Kata bu Hayyin, tokoh ‘Aisyiyah, jika tidak sungguh-sungguh, kita matikan saja, kita tenggelamkan saja. Tapi ternyata generasi sampai saat ini tidak ingin Suara ‘Aisyiyah tenggelam tetap kemudian memberi manfaat yang luas, beriringan dengan Suara Muhammadiyah,” katanya.

Di akhir, Noordjannah berharap para peserta dapat mengambil banyak manfaat dari acara Launching Website dan Aplikasi Suara ‘Aisyiyah.

“Mudah-mudahan acara ini lancar, memberi manfaat yang luas. Berkibarlah Suara ‘Aisyiyah menjadi media dakwah kita yang menunjukkan Islam berkemajuan, dikelola oleh para perempuan-perempuan berkemajuan untuk kepentingan keumatan semesta,” tutup Noordjannah. (AAM)