Kader 'Aisyiyah Advokasi Penganggaran Dana Desa untuk Covid-19

01 Mei 2020 20:36 WIB | dibaca 240

 
 
 
Dengan pengetahuan yang dimilikinya, Nursyamsi kader 'Aisyiyah MAMPU dari Balai Sakinah 'Aisyiyah Desa Kartiasa, Bantaeng, Sulawesi Selatan berhasil mengadvokasi pemerintahan Desa Kartiasa untuk membuat kebijakan terkait penanganan Covid-19. "Berdasarkan surat edaran dari Kemendes bahwa desa harus menganggarkan penanganan Covid-19, saya bersama teman-teman di sini, teman-teman kader 'Aisyiyah dan teman-teman Karang Taruna menghadap pemerintah desa, mengadvokasi terkait bagaimana peran kita memberikan sumbangsih kepada masyarakat," ungkap Nursyamsi. 
 
Nursyamsi yang merupakan ibu dengan satu orang anak ini pada saat advokasi menyatakan bahwa dirinya bersama para kader bersedia menjadi relawan jahit untuk menyediakan masker bagi masyarakat desa. "Pada saat itu saya sampaikan di kantor desa kita kan ada 6 unit mesin jahit kenapa tidak kita gunakan itu untuk buat masker sebagai upaya pencegahan penularan covid, kita cukup beli kain kemudian kami para kader bisa menjadi relawan menjahitnya," ujarnya. Saat itu menurutnya pemerintah desa langsung menyetujui usulan yang ia sampaikan.
 
Kepala Desa Bonto Matene, Irwan menyampaikan bahwa pihaknya sangat menyambut baik usulan dari warga. "Kalau bisa semua masyarakat Desa Bonto Matene itu kita kasih masker." Pada tahap awal pihak desa menganggarkan sejumlah tiga puluh delapan juta lima ratus ribu rupiah untuk pencegahan dan penanganan Covid-19 di Desa Kartiasa ini akan tetapi kedepannya tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan.
 
Setelah usulan pembuatan masker diterima, Nursyamsi bersama kader BSA lain kemudian menerima sejumlah kain serta bahan baku pembuatan masker. Ia menyampaikan bahwa kain-kain dan bahan tersebut dibagi dan akhirnya dikerjakan secara mandiri di rumah masing-masing kader. "Kami biasanya mengerjakan sampai malam, jadi kami putuskan untuk membuat masker di rumah masing-masing yang kebetulan ada mesin jahit karena kalau dikerjakan di kantor desa tidak memungkinkan."
 
Target utama dalam pembuatan masker ini menurut Nursyamsi adalah ODP serta para lansia. Sampai saat ini pihaknya masih terus melakukan pembuatan masker. "Pendistribusian masker di tahap pertama itu selesai berjalan lancar tetapi kami tetap mendistribusikan kembali masker-masker yg sudah kami jahit karena ODP setiap hari juga bertambah, kami juga berikan ke orang-orang yang paling mendesak seperti masyarakat yang tidak bisa bekerja di rumah, kemudian para sopir yang harus keluar daerah tidak bisa diam di rumah, kemudian masyarakat lain yang juga kami berikan secara bertahap."
 
Selain berperan dalam pembuatan masker, Nursyamsi bersama anggota BSA yang lain juga terlibat dalam Posko Lawan Covid-19 Bonto Matene. "Tidak lama setelah kami advokasi, kami bentuk struktur tim relawan kemudian kami buat posko, semua penanganan Covid-19 ini berpusat di Posko Lawan Covid-19 termasuk jika ada masyarakat yang butuh masker boleh mengadu di situ, jika ada ODP harus ke posko dulu, jika ada data warga yang akan diberikan bantuan apapun terkait dampak Covid-19 semuanya diurus di posko tersebut." Ia menyampaikan bahwa seluruh elemen masyarakat di desa terlibat dalam penanganan Covid-19 ini. Mulai dari pembuatan dan penyemprotan disinfektan, pembuatan tempat cuci tangan umum, pembuatan masker, distribusi sembako, semua dilakukan bergotong royong oleh masyarakat dan Nusryamsi bersyukur BSA dapat terlibat dalam kegiatan tersebut. 
 
Nusryamsi berharap upaya yang sudah dilakukan dapat membawa dampak positif bagi kesehatan masyarakat Desa Kartiasa. "Semoga ikhtiar-ikhtiar kita dalam pencegahan Covid-19 ini bisa benar-benar memutus mata rantai penyebaran Covid-19 terutama pada pembuatan masker ini setidaknya akan berbeda efeknya jika kita keluar rumah menggunakan masker dan ketemu dengan orang yang tidak sehat dengan jika kita tidak menggunakan masker." Hal-hal sederhana tersebut menurut Nusryamsi juga sudah ia edukasikan kepada masyarakat dan ia berharap seluruh masyarakat dapat mengerti. "Memakai masker ini adalah untuk kebaikan bersama bukan hanya untuk kita sendiri tetapi juga untuk keluarga dan orang-orang di sekitar kita," tegas Nursyamsi. (Suri)