Jokowi : Muhammadiyah Anugerah Allah Bagi Indonesia

19 November 2020 10:28 WIB | dibaca 89

“Muhammadiyah merupakan anugerah Allah Swt bagi bangsa Indonesia melalui kontribusi gerakan pencerahan Islam yang dirintis KH. Ahmad Dahlan.” Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dalam video sambutan pada Milad 108 Tahun Muhammadiyah yang dilaksanakan resepsinya secara virtual, Rabu (18/11).

Jokowi melanjutkan bahwa Muhammadiyah terus berikhtiar membumikan ajaran al-Qur’an dan Hadist kedalam kehidupan masyarakat Indonesia secara kontekstual berorientasi pada kemaslahatan masyarakat. Senantiasa beramal soleh dan berjuang untuk kesejahteraan dan perdamaian dalam bingkai nilai-nilai Islam berkemajuan.

Apresiasi kerja Muhammadiyah dalam penanganan pandemi juga diapresiasi oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. “Kami juga mengapresiasi kerja nyata Muhammadiyah untuk mengatasi masalah kesehatan dan ekonomi di masa pandemic. Melalui tim khusus Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) layanan di 82 Rumah Sakit Muhammadiyah ‘Aisyiyah (RSMA) di berbagai provinsi melalui 40 perguruan tinggi semua bergerak aktif melayani masyarakat melalui program respon covid langsung sampai ke akar rumput,” ujarnya.

Wakil Presiden Republik Indonesia, KH. Ma'ruf Amin juga memberikan apresiasi bagi kerja Muhammadiyah khususnya terkait pandemi. "Dalam menghadapi pandemi Covid-19 dan dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan saya juga berharap Muhamamdiyah dapat terus berperan seperti yang telah dilakukan selama ini dalam mengatasi masalah tersebut juga berbagai masalah yang dihadapi negeri tercinta ini."

Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah yang menghadiri secara langsung Resepsi Milad Muhammadiyah yang dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyampaikan bahwa jalan kemajuan Muhammadiyah terbukti menjadi solusi untuk menghadapi tantangan jaman. "Jalan kemajuan yang ditetapkan Muhammadiyah bukan sekedar jadi slogan tetapi jadi semboyan yang solutif untuk menghadapi segala tantangan jaman."

  

Dalam pidatonya yang penuh semangat, Ganjar menyampaikan bahwa gerakan Muhammadiyah dapat teguh karena seluruh elemennya menempatkan diri dalam satu bejana yang bernama kebangsaan dan kemanusiaan. "Panti asuhan, lembaga pendidikan, dan kesehatan, ruang ibadah dan pengajian disodorkan Muhammadiyah demi umat berkemajuan, maka begitu pandemi menyerbu bangsa ini Muhammadiyah tinggal memencet tombol untuk langsung mengoptimalkan seluruh lembaga kesehatan yang dimiliki."

Ganjar Purnowo dalam sambutannya mengutip puisi dari Taufik Ismail yang menurutnya menggambarkan sosok para tokoh Muhammadiyah.

Kalau engkau tak mampu menjadi beringin yang tegak di puncak bukit jadilah belukar tetapi belukar yang baik yang tumbuh di tepi danau, kalau kamu tak sanggup menjadi belukar jadilah saja rumput tetapi rumput yang memperkuat tanggul pinggiran jalan, kalau engkau tak mampu jadi jalan raya jadilah saja jalan kecil tetapi jalan setapak yang membawa orang ke mata air.

Ganjar Purnomo menyampaikan bahwa Kyai Ahmad Dahlan telah membawa Muhammadiyah sejak kelahirannya tidak pernah memilih untuk jauh atau menjadi beda dari masyarakat. Sejak kelahirannya oleh Kyai Ahmad Dahlan, Muhammadiyah tidak pernah memilih untuk jauh atau menjadi beda dari masyarakat. "Kyai Ahmad Dahlan menjadi beringin yang tegak di puncak bukit dalam keilmuan, menjadi belukar baik dalam pergaulan, jadi rumput penguat dalam tatatanan kehidupan, beliau bukan hanya melahirkan jalan raya tetapi juga jalan setapak yang mengantarkan kita pada air." (Suri)