Islam Berkemajuan Sebagai Pondasi TK ABA Unggul, Islami, dan Luar Biasa

05 Oktober 2019 09:26 WIB | dibaca 120

 
Pimpinan Pusat 'Aisyiyah gelar Peneguhan Ideologi 'Aisyiyah Muhammadiyah bagi Peneguhan Ideologi 'Aisyiyah Muhammadiyah Bagi Kepala Sekolah TK 'Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA) se DIY pada Jumat (4/10) di Universitas 'Aisyiyah (UNISA), Yogyakarta.
 
Hadir memberikan pidato kunci pada acara tersebut adalah Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Agus Taufiq yang mengangkat tema mengenai "TK 'Aisyiyah Bustanul Athfal Berbasis Islam Berkemajuan untuk Mewujudkan Generasi Berkeadaban."
 
Agus Taufiq menyampaikan betapa pentingnya menanamkan nilai islam berkemajuan bagi anak didik kepada sekitar seribu pendidik TK ABA yang hadir. Menurutnya kunci kesukseskan seorang anak adalah pada kecerdasan moral dan spiritual yang dimiliki sang anak. "90% kunci kesuksesan seorang anak adalah karena faktor EQ dan SQ maka anak TK ABA kita harus terus dibekali dengan kecerdasan moral dan spiritual, itulah yang akan menjadikan keunggulan anak didik kita, keunggulan moral spiritual, unggul intelektual dan unggul peran sosial." 
 
Lebih lanjut, Taufiq menyampaikan mengenai pondasi islam berkemajuan yang harus diberikan kepada segenap murid TK ABA yakni tauhid yang murni, memahami al-Quran dan as Sunnah secara mendalam, melembagakan amal salih yang fungsional dan solutif, berorientasi kekinian dan masa depan, bersikap toleran, moderat, dan suka bekerjasama. "Melalui pondasi Islam berkemajuan kita ingin membentuk TK ABA menjadi TK yang unggul, islami, dan luar biasa," tegas Taufiq
 
  
 
Taufiq yang merupakan dokter spesialis saraf ini juga menyampaikan kekagumannya kepada guru-guru TK ABA yang telah ikhlas mendidik dan membimbing para muridnya walaupun ditengah kondisi keterbatasan. "Bedanya guru TK ABA dengan guru yang lain adalah karena ikhlas, kalau niat ikhlas karena Allah maka ikhlas itu nikmat lillah, ikhlas itu tahan banting, ikhlas itu tidak mengeluh." 
 
Menurut Taufiq guru memiliki peran menjadi role model, kemudian menjadi motivator, dan inspirator. " Tahapan paling awal seorang guru adalah menjadi role model, kemudian menjadi motivator yang mendorong agar anak berprestasi yang hebat, yang terhebat adalah guru menjadi inspirator yang berarti berhasil menjadi inspirasi kebajikan." Ia menambahkan bahwa jika guru baik maka anak akan meniru kita, jadi semua guru harus mempersiapkan diri agar anak akan melihat inspirasi. 
 
Meskipun demikian Taufiq menyampaikan bahwa setiap anak itu unik dan istimewa, maka sebagai seorang guru adalah tidak benar jika menyamaratakan setiap anak. "Tidak bisa disamakan setiap anak karena masing-masing memiliki kecerdasannya sendiri, oleh karena itu kita harus mendukung setiap cita-cita anak, jadilah guru untuk anak-anak dengan memberikan perhatian dan kasih sayang." (Suri)