Inovasi di Situasi Pandemi, UMKM 'Aisyiyah Probolinggo Bentuk Pasar 'Aisyiyah

27 September 2020 15:25 WIB | dibaca 128

 
Probolinggo--Merebaknya wabah Corona Virus Disease berawal sejak tahun 2019 atau COVID-19 hingga kini, membuat perekonomian kian lesu. Terlebih bagi pengusaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang ada di wilayah Kota Probolinggo. Kota kecil di wilayah tapal kuda Jawa Timur dan menjadi jalur utama pantai utara yang menghubungkan pulau Jawa dengan pulau Bali dengan lima kecamatan dan berpenduduk tidak lebih dari 250.00 jiwa. 
 
 UMKM 'Aisyiyah merupakan kumpulan sekelompok ibu-ibu yang memiliki usaha olahan  makanan dan minuman. UMKM bergerak untuk memenuhi  perputaran ekonomi keluarga 'Aisyiyah. Dalam perkembangannya pada masa pandemi ini mengalami penurunan yang sangat tajam. Kesulitan mencari pangsa pasar. Masyarakat takut untuk ke luar rumah. Mereka cenderung mencari aman. Membuat masakan sendiri untuk makan keluarga. Di sinilah UMKM 'Aisyiyah serasa mati.
 
Dalam upaya menggerakkan kembali perputaran ekonomi dan membantu mengatasi kelentingan keluarga, maka Pimpinan Daerah 'Aisyiyah Kota Probolinggo membentuklah grup Whats App (WA) dengan nama Pasar 'Aisyiyah
Pasar Aisyiyah Kota Probolinggo sebelumnya berasal dari grup UMKM yang beranggotakan pelaku usaha kecil menengah di lingkungan Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan Aisyiyah Kota Probolinggo untuk mempermudah koordinasi dan konsolidasi, baik dalam hal manajemen, olahan produk, packaging, sampai dengan pemasaran. Namun demikian seiring perjalanan waktu, para pelaku usaha ini iseng-iseng mencoba mengembangkan kegiatan grup WA dengan menawarkan produknya pada orang lain.
 
Dirasa anggota sebagai pembeli sangat sedikit, maka mulailah pada tanggal 23 Juni 2020 nama grup UMKM diganti dengan nama Pasar 'Aisyiyah. Kemudian dimasukkanlah ibu-ibu 'Aisyiyah, dari berbagai majelis, simpatisan 'Aisyiyah, Muhammadiyah, dan lembaga AUA. Akhirnya lengkap anggota grup ini. Ada penjual ada pembeli, dan barang dagangan yang ditawarkan, selayaknya pasar modern dengan sistem online.
 
Pasar 'Aisyiyah dijalankan dengan moda dalam jaringan (daring) istilah yang sering kita gunakan adalah secara online, dengan sistem pesan-antar, PO COD, (pre-order, bayar di tempat setelah diantar ke rumah pelanggan). Penjual menawarkan dagangannya melalui grup WhatsApp, pembeli memesan juga melalui grup WhatsApp. Kemudian barang diantar ke rumah pembeli atau pembeli bisa mengambil sendiri ke produsen. Pelayanan jual beli ini dirasa saling menguntungkan untuk memenuhi kebutuhan kedua berbagai pihak. Siapa yang membutuhkan di situ tersedia. Pemenuhan kebutuhan untuk kalangan sendiri. Kalangan keluarga besar 'Aisyiyah.
 
Pasar 'Aisyiyah makin besar dan melebar untuk bidang usaha tidak hanya terbatas pada makanan dan minuman, melainkan dari bothok, puding dot, bibit tanaman, sembako, sayur, buah, jepit rambut sampai dengan memasarkan perlengkapan rumah tangga, motor bekas, bahkan mobil. Anggota grup semakin menikmati keberadaan pasar ini. Dengan slogan dari 'Aisyiyah untuk keluarga 'Aisyiyah. Dari grup ini semua tersedia, semua ada. 
 
Izza El Mila selaku sekretaris III PDA, pendiri sekaligus manajer Pasar 'Aisyiyah menyampaikan Karena ini Pasar 'Aisyiyah, maka lebih menekankan sisi-sisi nilai agama yang diutamakan. Bagaimana cara kita berinteraksi dengan orang lain, berusaha bersikap sopan dalam menyapa meski secara daring. Menjaga nama 'Aisyiyah ketika berinteraksi kepada warga persyarikatan dan masyarakat umum. Untuk menjamin kenyamanan pelanggan, bahan yang dijual harus bermutu sesuai dengan yang diiklankan, dan menjaga kualitas barang agar pembeli tidak kecewa 
 
Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan Pimpinan Daerah 'Aisyiyah (MEK PDA) Kota probolinggo sebagai pemegang kendali kegiatan Pasar 'Aisyiyah memberi kesempatan seluas-luasnya kepada pelaku UMKM untuk meningkatkan produksinya. Usaha ini dilakukan sebagai wujud kepedulian MEK PDA dalam membantu mengatasi kelentingan keluarga UMKM 'Aisyiyah di masa pandemi agar tidak semakin terpuruk. Mereka bisa bangkit kembali. 
 
Selama pandemi seperti ini MEK PDA sementara tidak memberlakukan kontribusi secara finansial kepada pelaku UMKM. Namun, jika ada pembeli yang menginginkan barang dari penjual melalui koperasi Bueka As-Sakinah yang dimiliki MEK PDA, di sinilah ada kontribusi dengan sistem bagi hasil secara syariah yang sudah disepakati. Atau jika produsen menitipkan barang dagangan melalui Toko As-Sakinah yang juga milik MEK PDA ini, maka ada keuntungan yang didapat toko dari hasil penjualan. 
 
Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Probolinggo, Romiyati menghimbau, Pasar 'Aisyiyah harus tetap dalam pengawasan Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan. Pasar 'Aisyiyah sebagai anak dari MEK PDA, jangan sampai dilepas begitu saja. Karena Pasar 'Aisyiyah ini menjadi salah satu soko guru perekonomian keluarga. Terlebih pada masa pandemi seperti ini diharapkan mampu mengatasi kelentingan keluaga 'Aisyiyah. Pasar 'Aisyiyah ini berkeinginan berkembang lebih luas dan menjaring masyarakat umum. 
 
Berjejaring dengan berbagai lini. Majelis Ekonomi dalam menjalankan pasar, bersinergi dengan majelis Tabliq/CMA sehingga dapat mewarnai pasar dengan diberikannya wawasan tentang bermuamallah menurut Islam. Dengan demikian Pasar 'Aisyiyah juga dapat dijadikan sebagai ladang syiar ekonomi.