Ikut Tes IVA, Puluhan Perempuan Ingin Pastikan Bebas Dari Kanker Serviks

19 September 2014 10:45 WIB | dibaca 2033

 

Setelah motivator dan kader kesehatan reproduksi ‘Aisyiyah Cilacap mengadakan sosialisasi dari satu desa ke desa yang lain, Rabu (17/9), puluhan perempuan yang masuk kategori usia subur menjalani deteksi dini kanker serviks di Puskesmas Pembantu Kedung Wadas, Bantarsari.

Perempuan Usia Subur (PUS) yang mengikuti kegiatan ini datang dari dua desa di Kecamatan Bantarsari, Desa Kedung Wadas dan Desa Citembong. Antusiasme PUS untuk deteksi dini kanker serviks hadir setelah motivator-kader kesehatan reproduksi ‘Aisyiyah melakukan sosialisasi pentingnya perempuan untuk memeriksakan kesehatan organ reproduksinya dan resiko jika tidak melakukan deteksi dini. Ada sebanyak 56 PUS yang ikut antri untuk pemeriksaan yang dilakukan oleh 5 bidan dari Citembong, Kedung Wadas, dan Puskesmas Bantarsari.

Diakui motivator-kader kesehatan reproduksi, semula, peserta yang mendaftar ikut pemeriksaan kanker serviks sebanyak 80 PUS. Kemudian 24 lainnya mengundurkan diri karena beberapa alasan, sebagian besar karna masih ada rasa takut. Bahkan, ada beberapa PUS yang memilih pulang saat antri lantaran kekhawatiran tersebut. Menurut motivator-kader, rasa takut PUS untuk ikut pemeriksaan masih menjadi kendala utama untuk menyadarkan PUS mengenai resiko kanker serviks. Motivator-kader kespro mengakui perlu waktu untuk meyakinkan PUS agar tidak takut untuk melakukan deteksi dini.

Proses pemeriksaan kanker serviks ini diawali dengan tanya jawab oleh bidan mengenai riwayat melahirkan, siklus menstruasi, dan riwayat kesehatan reproduksi seperti keputihan. Dari hasil pemeriksaan yang berlangsung selama 3, ke 56 PUS dinyatakan negatif dan direkomendasikan untuk melakukan kembali pemeriksaan kanker serviks secara rutin. (mids)