Haedar Tegaskan Jangan Tolak Jenazah dan Pasien Positif Corona

03 April 2020 13:25 WIB | dibaca 150

 
YOGYAKARTA -- Pasien yang meninggal akibat virus Covid-19 adalah saudara kita yang harus diperlakukan dengan penghormatan yang baik. Bahkan menurut Tarjih Muhammadiyah, "pasien Covid-19 meninggal dunia yang sebelumnya telah berikhtiar dengan penuh keimanan untuk mencegah dan atau mengobatinya, maka mendapat pahala seperti pahala orang mati syahid." Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir.
 
Haedar menyayangkan adanya penolakan jenazah pasien covid-19 yang belakangan ini terjadi di beberapa daerah.
 
"Jika pemerintah dan para pihak telah menetapkan kuburan bagi jenazah Covid-19 sesuai protokol, maka tidak sebaiknya warga masyarakat menolak penguburan. Apalagi sampai meminta jenazah yang sudah dimakamkan dibongkar kembali dan dipindahkan," tegas Haedar pada Kamis (2/4) diilansir dari website Muhammadiyah.
 
Haedar meminta agar mereka yang terkena positif Covid-19 juga harus disikapi dengan baik. Jika dikarantina di satu lokasi atau menempuh karantina sendiri di kediamannya jangan ditolak warga. Haedar menegaskan agar aparat setempat dengan bijak memahamkan warga dan tidak ikut-ikutan menolak.
 
Haedar juga meminta seluruh warga berkorban dan menunjukkan keluhuran sikap kemanusiaan dan kebersamaan. Warga yang menolak agar diberi pemahaman, mereka mungkin terlalu panik dan belum mengerti. 
 
Peran tokoh dan pemuka agama setempat sangat penting. Semoga setelah diberi pemahaman akan berubah. Saat ini tunjukkan bahwa kita masyarakat Indonesia benar-benar berjiwa sosial, gotongroyong, dan relijius terhadap sesama. Apalagi kepada korban Covid19 yg meninggal dan keluarganya, yang semestinya kita berempati dan membantu.
 
"Sikap berlebihan justru tidak menunjukkan keluhuran budi dan solidaritas sosial yang selama ini jadi kebanggaan bangsa Indonesia," pungkas Haedar.