Haedar Nashir: Mahasiswa UNISA Harus Punya Almamater Pride

11 Oktober 2019 08:44 WIB | dibaca 81

Sleman – Menjadi salah satu tamu undangan dalam Puncak Acara Milad ke-28 Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir beri sambutan dan pesan bagi mahasiswa.

Haedar Nashir juga turut mengiringi kedatangan Wakil Presiden Republik Indonesia, Dr. (H. C) Drs. Muhammad Jusuf Kalla dalam Kuliah Kebangsaan bertajuk “Mendidik Generasi Unggul Cendekia Untuk Kemajuan Bangsa” di UNISA. Bertempat di Gedung Auditorium B Kampus Terpadu UNISA, Haedar Nashir mengatakan bahwa mahasiswa UNISA harus memiliki almameter pride.

“Kalian di UNISA ini harus memiliki almamater pride, kebanggaan almamater karena berada di universitas yang dibawahi oleh organisasi besar yakni ‘Aisyiyah dan Muhammadiyah yang kiprahnya sudah sangat diakui oleh bangsa dan negara bahkan sampai ke tingkat dunia,” ucapnya.

Haedar juga mengatakan bahwa civitas UNISA patut bersyukur atas kehadiran Wakil Presiden RI. "Untuk civitas UNISA, ini adalah momen yang benar-benar penting dalam puncak milad ini karena akan diberi kuliah oleh bapak Wakil presiden. Tidak banyak universitas termasuk Muhammadiyah yang dihadiri tokoh penting," kata Haedar.

Sebagai penutup pidato sambutan, Haedar mengutip Keputusan Pemerintah tahun 1961 saat mengangkat KH Ahmad Dahlan sebagai Pahlawan Nasional, dimana Muhammadiyah melalui KH Ahmad Dahlan telah memelopori bangunan umat Islam dari keterjajahannya untuk menjadi umat yang mau belajar dan mau berbuat yang terbaik. Kemudian Ia menyampaikan bahwa Muhammadiyah termasuk 'Aisyiyah di dalamnya melalui KH Ahmad Dahlan telah memberikan ajaran Islam yang murni yang menuntut bangsanya untuk maju, cerdas dan berbuat bagi kemajuan bangsa dan negara. 

Salah satunya dengan memelopori amal usaha bidang sosial dan pendidikan yang sangat dibutuhkan oleh bangsa dan dijiwai oleh ajaran Islam.Kiprah Muhammadiyah melalui organisasi perempuannya, 'Aisyiyah telah mendidik perempuan bangsa Indonesia untuk maju dan mengenyam pendidikan dan berfungsi sosial setara dengan kaum pria.

"Apa yang dilakukan oleh UNISA ini merupakah sejarah untuk perjalanan bangsa ke depan bahwa Muhammadiyah dan 'Aisyiyah hadir untuk mencerdaskan dan memajukan kehidupan bangsa. Mudah-mudahan Allah memberkahi kita," tutup Haedar. (AAM)