Haedar Nashir : Akhiri Deradikalisasi, Ganti dengan Moderasi

13 Desember 2019 09:44 WIB | dibaca 103

 
"Konstruksi tentang radikalisme yang bias dan digeneralisasi dapat menjadikan Indonesia berada dalam gawat-darurat radikalisme." Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir saat pengukuhannya sebagai Guru Besar Bidang Sosiologi yang digelar di Sportorium Universitas Muhammdiyah Yogyakarta pada Kamis (12/12).
 
Haedar melanjutkan bahwa cara pandang yang berlebihan dengan orientasi deradikalisme bisa menjurus pada paradoks melawan radikal dengan cara radikal akan bermuara melahirkan radikal baru sehingga Indonesia menjadi terpapar radikal dan radikalisme. 
 
Dalam acara yang dihadiri sejumlah tokoh nasional ini Haedar menyampaikan bahwa Indonesia memiliki banyak aspek untuk menjadi negara yang bersatu dalam kehidupan keindonesiaan yang moderat. "Sejatinya masih banyak aspek dan ruang sosiologis dalam kehidupn keindonesiaan yang moderat dan menjadi kekuatan Indonesia untuk menjadi negara maju yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur sebagaimana cita-cita pejuang dan pendiri bangsa."
 
Oleh karena itu Haedar berpandangan bahwa menghadapi yang radikal bukan dengan cara radikal pula akan tetapi perlu dihadapi dengan cara moderat. "Jalan moderasi niscaya dipilih sebagai alternatif dari deradikalisasi untuk menghadapi segala bentuk radikalisme secara moderat."
 
Mengapa mengatasi radikalisme harus dengan cara moderasi? Haedar menyampaikan beberapa poin penting berikut : pertama, Radikal memang dalam jangka pendek bisa dilawan dengan radikal tapi dalam jangka panjang akan memunculkan radikalisme baru. "Dalam konteks ini kita ingin menawarkan moderasi sebagai jalan dan kekuatan untuk melawan segala bentuk radikalisme dan ekstrimisme," ujarnya. Kedua, Moderasi di Indonesia merupakan kontinuitas dari akar masyarakat di kepulauan ini yang memang berwatak modera. Ketiga, Dalam konteks kehidupan kebangsaan moderasi akan cocok sejalan dengan Pancasila karena Pancasila adalah ideologi moderat yang berada di tengah. "Pancasila harus jadi titik tumpu yang kokoh agar teteap ditengah dari segala tarik menarik yang bersifat ekstrem," tegas Haedar.
 
"Mari kita akhiri deradikalisasi dan kita ganti dengan moderasi," ujar Haedar yang disambut gemuruh tepuk tangan para undangan. (Suri)