Haedar Nashir: 103 Tahun 'Aisyiyah Torehkan Jejak Emas Pergerakan Perempuan Berkemajuan

20 Mei 2020 12:33 WIB | dibaca 111

Yogyakarta -- “Selamat Milad ‘Aisyiyah yang ke 103, lebih dari satu abad usia ‘Aisyiyah telah memberikan kiprah yang besar kepada umat dan bangsa khususnya kaum perempuan muslim Indonesia.” Hal tersebut disampaikan oleh Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dalam video yang diputar di Pidato Milad ke-103 M/106 H ‘Aisyiyah yang dilaksanakan secara daringpada (18/5).

Diikuti oleh 34 Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) dan 458 Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) se-Indonesia, lima Pimpinan Cabang Istimewa ‘Aisyiyah (PCIA) yang berada di luar negeri dan satu ‘Aisyiyah sister, acara Pidato Milad ke-103 M/106 H ‘Aisyiyah berlangsung haru.

Lebih lanjut, ‘Aisyiyah menurut Haedar Nashir merupakan pergerakan perempuan Muhammadiyah berkemajuan yang telah menorehkan tiga jejak emas.

Pertama, gerakan perempuan pertama yang membawa kemajuan dan pembangunan umat Islam khususnya perempuan muslim di Indonesia dari ketertinggalan menjadi berkemajuan.

Kedua, mempelopori pergerakan perempuan Indonesia untuk bangkit menjadi perempuan dan bangsa yang merdeka dengan mempelopori Kongres Perempuan pertama tahun 1928.

Ketiga, gerak keagamaan dan sosial kemasyarakatannya telah menggoreskan perubahan sosial yang membawa pada kemajuan perempuan dan bangsa Indonesia.

Dalam rangka Milad ke-106 H/103 M ‘Aisyiyah ini, Haedar berharap ‘Aisyiyah melangkah ke depan dengan melakukan tiga hal strategis yang menjadi agenda pimpinan dari tingkat pusat hingga bawah, yaitu,

Pertama, jadilah gerakan perempuan Muhammadiyah yang membawa misi Islam berkemajuan, bangun perspektif yang bayani, burhani, irfani dengan pendekatan yang wasatiyyah untuk menghadirkan paradigma gerakan perempuan indonesia berkemajuan yang tidak terjebak pada kutub ekstrem tetapi menampilkan Islam wasatiyyah.

Kedua, hadirkan berbagai keunggulan ‘Aisyiyah dan amal usahanya sebagaimana yang telah dirintis sekarang ini termasuk melalui Perguruan Tinggi ‘Aisyiyah (PTA) yang membanggakan dan menjadi marwah kemajuan ‘Aisyiyah dan Muhammadiyah.

Ketiga, hadirkan tranformasi sosial baru yakni gerakan praksis sosial multiaspek termasuk gerakan komunitas dimana jiwa pergerakan ‘Aisyiyah hidup di situ. Hadirkan taawun sosial di saat bangsa saat ini mengalami pandemi Covid-19 yang melanda dunia dan menjadi musibah bersama.

Dengan pergerakannya yang nyata sampai ke tingkat bawah, ‘Aisyiyah selalu menggoreskan jejak kebaikan semesta yang membawa pada pembebasan, pemberdayaan dan pemajuan kaum perempuan dan dunia kemanusiaan dalam misi dakwah dan tajdid rahmatan lil ‘alaamiin.

“Selamat Milad ke-103, semoga Allah senantiasa melimpahkan berkah dan karunia-Nya sehingga ‘Aisyiyah tetap di hati bangsa dan kemanuasiaan semesta,” tutup Haedar Nashir.“Selamat Milad ‘Aisyiyah yang ke 103, lebih dari satu abad usia ‘Aisyiyah telah memberikan kiprah yang besar kepada umat dan bangsa khususnya kaum perempuan muslim Indonesia.” Hal tersebut disampaikan oleh Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dalam video yang diputar di Pidato Milad ke-103 M/106 H ‘Aisyiyah yang dilaksanakan secara daringpada (18/5).

Diikuti oleh 34 Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) dan 458 Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) se-Indonesia, lima Pimpinan Cabang Istimewa ‘Aisyiyah (PCIA) yang berada di luar negeri dan satu ‘Aisyiyah sister, acara Pidato Milad ke-103 M/106 H ‘Aisyiyah berlangsung haru.

Lebih lanjut, ‘Aisyiyah menurut Haedar Nashir merupakan pergerakan perempuan Muhammadiyah berkemajuan yang telah menorehkan tiga jejak emas.

Pertama, gerakan perempuan pertama yang membawa kemajuan dan pembangunan umat Islam khususnya perempuan muslim di Indonesia dari ketertinggalan menjadi berkemajuan.

Kedua, mempelopori pergerakan perempuan Indonesia untuk bangkit menjadi perempuan dan bangsa yang merdeka dengan mempelopori Kongres Perempuan pertama tahun 1928.

Ketiga, gerak keagamaan dan sosial kemasyarakatannya telah menggoreskan perubahan sosial yang membawa pada kemajuan perempuan dan bangsa Indonesia.

Dalam rangka Milad ke-106 H/103 M ‘Aisyiyah ini, Haedar berharap ‘Aisyiyah melangkah ke depan dengan melakukan tiga hal strategis yang menjadi agenda pimpinan dari tingkat pusat hingga bawah, yaitu,

Pertama, jadilah gerakan perempuan Muhammadiyah yang membawa misi Islam berkemajuan, bangun perspektif yang bayani, burhani, irfani dengan pendekatan yang wasatiyyah untuk menghadirkan paradigma gerakan perempuan indonesia berkemajuan yang tidak terjebak pada kutub ekstrem tetapi menampilkan Islam wasatiyyah.

Kedua, hadirkan berbagai keunggulan ‘Aisyiyah dan amal usahanya sebagaimana yang telah dirintis sekarang ini termasuk melalui Perguruan Tinggi ‘Aisyiyah (PTA) yang membanggakan dan menjadi marwah kemajuan ‘Aisyiyah dan Muhammadiyah.

Ketiga, hadirkan tranformasi sosial baru yakni gerakan praksis sosial multiaspek termasuk gerakan komunitas dimana jiwa pergerakan ‘Aisyiyah hidup di situ. Hadirkan taawun sosial di saat bangsa saat ini mengalami pandemi Covid-19 yang melanda dunia dan menjadi musibah bersama.

Dengan pergerakannya yang nyata sampai ke tingkat bawah, ‘Aisyiyah selalu menggoreskan jejak kebaikan semesta yang membawa pada pembebasan, pemberdayaan dan pemajuan kaum perempuan dan dunia kemanusiaan dalam misi dakwah dan tajdid rahmatan lil ‘alaamiin.

“Selamat Milad ke-103, semoga Allah senantiasa melimpahkan berkah dan karunia-Nya sehingga ‘Aisyiyah tetap di hati bangsa dan kemanusiaan semesta,” tutup Haedar Nashir.