Gubernur Jawa Tengah Buka Musypimwil II 'Aisyiyah se-Jawa Tengah

06 Januari 2020 08:07 WIB | dibaca 503

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menghadiri dan membuka Musyawarah Pimpinan Wilayah (Musypimwil) ke-2 ‘Aisyiyah Jawa Tengah yang bertempat di Universitas Muhammadiyah Magelang (UMM) pada Sabtu (4/1).

Mengambil tema “Dinamisasi Gerakan Menebar Islam Berkemajuan,” kegiatan yang dihadiri oleh utusan dari Pimpinan ‘Aisyiyah yang ada di 35 Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah ini turut dihadiri juga oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, Bupati Magelang, jajaran pemerintahan Kabupaten Magelang, serta Rektor UMM.

Dalam sambutannya, Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Jawa Tengah menyampaikan bahwa Musypimwil ke-2 ‘Aisyiyah Jawa Tengah ini bertujuan untuk melakukan evaluasi dan percepatan program-program kerja ‘Aisyiyah mengingat Muktamar sudah di depan mata. “Tujuan Musypimwil ini adalah untuk mengevaluasi program-program kerja yang telah dilakukan 'Aisyiyah dan program apa yang belum dilakukan serta mana yang perlu dipercepat karena periode 2015-2020 tinggal beberapa bulan lagi dan kita sudah akan melakukan Muktamar di Surakarta pada Juli 2020,” ujarnya.

Ummul menyampaikan bahwa ‘Aisyiyah di Jawa Tengah telah berkiprah dan melayani masyarakat di berbagai bidang, mulai dari bidang pendidikan, kesehatan, sosial, hukum, lingkungan, kepemimpinan perempuan, ekonomi, serta keagamaan. “Dalam bidang pendidikan hampir terdapat 3000 PAUD yang terdiri dari TK ABA, Tempat Penitipan Anak, Kelompok Bermain, Taman Pendidikan Quran, 13 SD ‘Aisyiyah; 2 SMP ; 1 pondok pesantren 1; 48 panti asuhan; 10 panti lansia; panti difabel; 7 Rumah Sakit ‘Aisyiyah serta Belasan Klinik,” ungkap Ummul.

Sebagai gerakan Perempuan Islam Berkemajuan Amar Ma'ruf Nahi Munkar 'Aisyiyah juga selalu membina ratusan Majelis Taklim, ‘Aisyiyah juga telah membentuk Biro Konsultasi  Keluarga Sakinah ‘Aisyiyah (BIKKSA) serta Pos Bantuan Hukum (Posbakum). Di bidang kesehatan, menurut Ummul 'Aisyiyah berperan dalam penanggulangan dan pencegahan TB HIV di 33 kabupaten, KB, pencegahan kanker serviks-payudara, ASI eksklusif, pencegahan stunting, nikah dini kursus caten, pendidikan kesehatan reproduksi, pendampingan penanganan korban kekerasan seksual, membina lansia sehat dan produktif, kesiapsiagaan bencana. “Bahkan LLHPB (Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana-red) ‘Aisyiyah Jawa Tengah sudah menjadi salah satu tim penanggulangan bencana di Jateng,” jelas Ummul. Ia menegaskan bahwa semua kerja yang sudah dilakukan oleh ‘Aisyiyah adalah untuk menciptakan masyarakat Indonesia yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini menyampaikan apresiasi kepada ‘Aisyiyah Jawa Tengah karena telah menunjukan kiprah nyata dalam kehidupan masyarakat Jawa Tengah. “ ‘Aisyiyah Jawa Tengah adalah 'Aisyiyah yang memiliki potensi yang luar biasa dan potensi yang dimiliki itu telah teraktualisasi real di dalam kehidupan untuk dakwah amar maruf nahi munkar dan untuk memajukan bangsa,” ujar Noordjannah.

Noordjannah dalam sambutannya juga menekankan pentingnya lima karakter dari gerakan ‘Aisyiyah yakni gerakan Islam berkemajuan, karakter perempuan berkemajuan, karakter yang berkiprah membangun negara, gerakan amal usaha, serta gerakan dakwah di akar rumput. “Lima karakter itu mohon menjadi bagian penting Musypimwil ini untuk merefleksikan, mengkonsolidasi, menguatkan seluruh karakter ‘Aisyiyah sehingga menggambarkan tema dinamisasi gerakan menebar Islam berkemajuan.” Lebih lanjut Noordjannah menyampaikan pesannya kepada seluruh warga ‘Aisyiyah untuk tetap teguh berjuang. “Kepada seluruh ibu-ibu sekalian marilah kita tetap teguh berjuang dengan selalu memohon pertolongan Allah SWT, berjejaring yang kuat, kuatkan silaturahim, kuatkan diri untuk kita selalu menimba ilmu, memperkaya usaha dan sehingga kemudian yang kita harapkan dapat terwujud yakni ‘Aisyiyah Muhammadiyah bermanfaat bagi banyak pihak.”

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo juga menyampaikan apresiasi dan rasa terimakasihnya atas peran ‘Aisyiyah dalam turut serta membangun masyarakat dan memajukan bangsa karena menurutnya pemerintah tidak akan bisa bekerja sendiri. Ia juga menyampaikan bahwa di Jawa Tengah angka kekerasan terhadap perempuan dan anak semakin naik setiap tahunnya dan kelompok perempuan, anak-anak , serta penyandang disabilitas adalah kelompok yang tidak pernah terlibat dalam pengambilan keputusan. Untuk itu ia mengajak ‘Aisyiyah untuk bermitra dengan pemerintahan provinsi dalam berbagai bidang. “Kita mesti bermitra, pemerintah dengan 'Aisyiyah di dalam pendidikan, kesehatan, dalam membangun dan memberdayakan perempuan, monggo bu program panjenengan apa langsung kita sampaikan mumpung 2020 belum berjalan saya punya agenda kuat soal pemberdayaan perempuan, anak dan kelompok disabilitas ini,” ujar Ganjar yang disambut tepuk tangan para hadirin.

Lebih lanjut, Ganjar juga menyampaikan pujiannya atas kemandirian ‘Aisyiyah Muhammadiyah dalam berorganisasi. Ia melihat ‘Aisyiyah Muhammadiyah dapat eksis hingga saat ini adalah karena berdiri mandiri. “Kenapa ‘Aisyiyah Muhammadiyah bisa eksis, karena spirit pendirian organisasi ini di manapun boleh syaratnya satu, mandiri, ada amal usaha, ini yang mendorong enterpreneurship, ini yang luar biasa karena model enterpreunership yang berjalan ini membikin tumbuh rumah sakitnya, sekolahnya, maka sering saya sampaikan kepada banyak organisasi keagamaan lain untuk belajar dari Muhammadiyah.”

Diakhir sambutannya, Ganjar meminta kepada seluruh perempuan ‘Aisyiyah untuk terus berkembang sebagai organisasi perempuan berkemajuan dengan cara yang progresif, kreatif, dan inovatif sehingga mampu terus menjawab tantangan jaman.

Acara kemudian dilanjutkan dengan seminar bertema "Positioning dan Peran 'Aisyiyah dalam Menghadapi Faham Keagamaan yang Berkembang serta Infiltrasi Gerakannya dalam Muhammadiyah" yang diisi oleh Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Agung Danarto. (Suri)