Gandeng BAPPEDA dan INFID, 'Aisyiyah Jabar Gelar Semiloka SDG’S

02 Januari 2018 10:56 WIB | dibaca 66

(28/12) Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Jawa Barat menggelar semiloka SDG’S dan Diskusi Perpres No.59 tahun 2017 dengan tema “Penguatan Peran ‘Aisyiyah Jawa Barat dalam Pencapaian Sustainable Development Goals.” Disampaikan oleh Dewi Ririn selaku Koordinator Wilayah Program MAMPU ‘Aisyiyah Jawa Barat bahwa kegiatan ini digelar sebagai sarana belajar bersama bangunan SDG’S. “Di sini kita sama-sama belajar tentang peran apa yang bisa dimainkan oleh CSO dan bagaimana caranya,” papar Ririn.

Sebagaimana diketahui SDGS merupakan kesepakatan globaltentang pembangunan baru yang mendorong perubahan-perubahan kearah pembangunan berkelanjutan berdasarkan hak asasi manusia dan kesetaraan untuk mendorong  pembangunan sosial, ekonomi dan lingkungan hidup. SDGs diberlakukan  dengan prinsip-prinsip universal, integrasi dan inklusif untuk  meyakinkan bahwa tidak akan ada seorang pun yang terlewatkan atau "No-one Left Behind". Ririn menambahkan bahwa hal yang perlu diketahui adalah SDG’S bukanlah sebuah konsep yang asing bagi bangsa Indonesia karena merupakan tujuan dari founding father kita sebagaimana yang termaktup dalam pembukaan UUD 45 alenia keempat, begitu juga dalam batang tubuh UUD pasal 33:4. “Muhammadiyah sendiri dengan theologi al-Maun nya sudah seabad lebih berjuang mengentaskan kemiskinan, mendirikan institusi pendidikan, mendirikan RS, klinik dan menerapkan kesetaraan serta keadilan gender, jadi sebenarnya melaksanakan tujuan SDG’S bukanlah hal yang baru bagi kita,” jelas Ririn lebih lanjut.

 

Acara yang digelar di aula masjid Mujahidin, kantor PWA Jawa Barat, Jl. Sancang no.6, Kota Bandung ini mengundang beberapa pembicara yakni Dir. Eks. SDG’S Center UNPAD, Arief Ansyori; Senior Program SDG’S INFID, Hamon Santono; Kabid Pemerintahan dan Sosial Budaya BAPPEDA provinsi Jawa Barat, Cepi Mahdi; Ketua PWA Jawa Barat, Muthiah Umar. Beberapa pembicara menyampaikan tantangan yang dihadapi di Jawa Barat dalam melaksanakan SDGS. Arief Ansyori menyampaikan bahwa masalah ketimpangan sangat tinggi, daya topang perkotaan dan pendidikan yang masih under perfomance  menjadi tantangan dalam pelaksanaan SDG’S. Cepi Mahdi dari BAPPEDA Jawa Barat menambahkan bahwa beberapa isu terkait SDG’S di Jawa Barat adalah terkait kemiskinan, pengangguran, ketimpangan, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan penataan ruang dan link hidup. Oleh karena itu dijelaskan oleh Ririn dalam acara ini diundang bukan hanya PWA Jawa Barat tetapi juga Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat, Ortom NA, Ipwati, Immawati juga Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Perguruan Tinggi ‘Aisyiyah seperti UMB, STAIM, STIEM, STIKES ‘Aisyiyah serta amal usaha seperti BTM dan Lazis. ‘Aisyiyah ingin semua bisa aktif dan berinisiatif dalam membantu menjawab tantangan yang ada dalam pelaksanaan SDG’S.

Ditambahkan oleh Ririn bahwa ‘Aisyiyah ingin membantu secara nyata dan melakukan advokasi ke BAPPEDA untuk pelibatan dalam pokja SDG’S. “’Aisyiyah terlibat secara kelembagaan di SDG’S yaitu di panitia koordinasi khususnya di Pojka I untuk pengawalan goals SDG’S ke 1 sampai 5,” tandas Ririn. (Suri)