Era JKN : Peningkatan Mutu Tenaga Kesehatan Jadi Prioritas

25 Agustus 2015 17:52 WIB | dibaca 1529

Ilustrasi (Foto : kemenkes.go.id)

 

 

Menghadapi era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diberlakukan Januari, 2015 lalu, kualitas dan distribusi tenaga kesehatan menjadi tantangan utama. Terutama mengingat 2019 mendatang, program tersebut wajib diikuti seluruh masyarakat Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Rosalia Sciortino dalam Seminar Tantangan Tenaga Kesehatan dalam Era JKN, Senin (24/08) di STIKES Terpadu ‘Aisyiyah. Doktor dalam bidang Antropologi Kesehatan tersebut menambahkan, distribusi tenaga kesehatan sudah menjadi masalah kronis Indonesia sejak 20 tahun lalu.

Menurut Riset Kesehatan yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan Kemenkes RI, hanya 60 persen dari Puskesmas yang memiliki dokter gigi. Data riset menunjukan sebagian besar Puskesmas kekurangan Ahli Gizi dan Sanitasi. Menurut Rosalia, fenomena tersebut menjadi tantangan nyata era JKN.

“Jangan hanya lihat sekarang. Kita harus lihat 5-6 tahun mendatang, karena JKN tahun 2019 semua penduduk Indonesia terpaksa wajib jadi anggota JKN. Jadi apakah tenaga kesehatan cukup untuk melayani seluruh kebutuhan penduduk Indonesia pada 2019,” kata Rosalia

Rosalia menambahkan fakta tersebut Rosalia bukan hanya tantangan bagi pemerintah tapi juga lembaga pendidikan kesehatan. Untuk meningkatkan mutu, Rosalia mengusulkan isu JKN menjadi kajian khusus dalam mata kuliah. Menurutnya, tenaga kesehatan harus memahami betul sistem jaminan kesehatan. Selain itu, perbaikan kurikulum harus dilakukan untuk mendorong tenaga kesehatan yang berkompetensi dan sesuai dengan perubahan sosial di masyarakat. (Mid)