Era Baru Suara 'Aisyiyah di Dunia Digital

11 Juli 2020 14:49 WIB | dibaca 147




“Suara ‘Aisyiyah hadir menjadi bagian dari media dakwah persyarikatan yang memaknai kemuliaan laki-laki dan perempuan, keinginan untuk memajukan laki-laki maupun perempuan sehingga pentingnya kehadiran Suara ‘Aisyiyah ini adalah agar perempuan yang luar biasa memiliki media untuk kepentingan dakwah persyarikatan.” Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini dalam Launching Aplikasi dan Website Suara ‘Aisyiyah sekaligus Seminar Daring ‘Arah dan Tantangan Media Dakwah di Era Virtual’ dalam rangka 97 Tahun Majalah Suara ‘Aisyiyah.

Pada acara yang berlangsung hari Sabtu (11/7) ini Noordjannah menambahkan bahwa sebagai warga ‘Aisyiyah dan warga Persyarikatan sudah seharusnya menunjukan kecintaannya terhadap Majalah Suara ‘Aisyiyah. “SA harus menjadi milik kita, harus kita cintai. Belum sah rasanya menjadi warga maupun pimpinan ‘Aisyiyah jika belum rutin membaca SA, karena di sana ada panduan berorganisasi, wawasan keorganisasian dan wawasan umum yang penting.” Selain itu, dalam era dunia digital ini Noordjannah juga berharap kedepannya Suara ‘Aisyiyah juga akan memperoleh tempatnya di generasi milenial.


Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir yang turut hadir dan memberikan keynote speech menyampaikan apresiasinya bahwa 'Aisyiyah telah begitu rupa berkiprah melalui organisasinya maupun melalui suara 'Aisyiyah dalam rentang perjalanan yang sangat panjang untuk menggerakkan Islam menjadi gerakan perempuan berkemajuan. “Ini merupakan prestasi yang kelihatannya bagi kita biasa-biasa tetapi bagi sejarah dan pihak luar merupakan jejak dan perjalanan yang luar biasa.”


Menurut Haedar, launching program digital yang digelar oleh Suara ‘Aisyiyah hari ini juga merupakan ikhtiar untuk merawat Suara ‘Aisyiyah sebagai warisan sejarah. “Program digitalnya ini merupakan suatu ikhtiar untk merawat warisan sejarah yang sangat penting bukan sebagai museum tetapi justru sebagai inspirasi yang terus menyala untuk menjadi corong dan pusat informasi, menjadi suara bagi ‘Aisyiyah. “


Upaya Suara ‘Aisyiyah untuk melangkah dalam era digital ini disampaikan oleh Haedar tetap harus membawa karakter dan juga misi serta visi gerakan perempuan Muhammadiyah berkemajuan. Selain itu menurutnya dalam konteks mengelola website bukan hanya persoalan teknis atau skill semata.  “Hal yang juga diperlukan adalah visi, pengetahuan, perspektif serta manajemen yang mumpuni dari para pengelola, wartawan, dan seluruh pihak yang berkecimpung di dalamnya.”


Sri Handari Wahyuningsih  selaku Pemimpin Perusahaan Majalah Suara ‘Aisyiyah menyampaikan Suara ‘Aisyiyah sudah memiliki kiprah sejak tahun 1925 jauh sebelum kemerdekaan Republik Indonesia. “Alhamdulillah peran dalam memberikan dakwah literasi melalui media dalam rangka berkontribusi pada perkembangan umat dan berkontribusi pada peradaban bangsa” Menurut Handari, langkah ‘Aisyiyah dalam melaunching website dan aplikasi ini adalah jawaban sekaligus menyelaraskan keinginan para pembaca. “Melalui media digital Suara ‘Aisyiyah ini kebutuhan untuk menyajikan info secara digital dalam memberikan literasi, pengetahuan, dan otomatis sebagai gerakan dakwah persyarikatan menjadi terealisasi.” (Suri)