EKONOMI BERKEADILAN, MELINDUNGI KELOMPOK PAPA

26 Januari 2018 14:53 WIB | dibaca 546

 
Surabaya – Membangun Indonesia yang tidak hanya maju, namun berkeadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan Hendri  Saparini, pemerhati ekonomi, yang juga menjadi peneliti ekonomi CORE Institute, saat menjadi narasumber dalam sesi sidang Tanwir yang bertema “Membangun Kebijakan Ekonomi yang Berkeadilan,” pada Sabtu (20/01/2018) bertempat di Convention Hall At-Tauhid Tower UMSurabaya. Hadir pula Dr. Nazarudin Malik, Wakil  Rektor II Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), sebagai narasumber dalam acara tersebut.  
 
Perempuan yang akrab disapa Hendri itu menyampaikan bahwa pagi tadi ia bertemu dengan beberapa pengusaha dan menanyakan bagaimana upaya membangun perekonomian yang berkeadilan bagi pengusaha dengan modal minim. “Perlu ada kebijakan afirmatif untuk membangun usaha dengan bantuan modal lunak dan kebijakan yang memihak kepada pengusauha kecil,” ungkap Hendri.
 
Hal yang bertolak belakang terjadi di luar negeri, ujar Hendri, terkait adanya kebijakan yang dikeluarkan oleh negara untuk melindungi ekonomi masyarakat. Ia mencontohkan beberapa kebijakan, bahwa Malaysia memberikan jaminan terhadap masyarakatnya berkaitan dengan kebijakan fiskal dalam hal perdagangan untuk kepentingan ekonomi masyarakatnya. Amerika Serikat pun membatalkan kebijakan memberi industri minyak negara lain karena ingin melindungi kompetisi pengusaha di AS sendiri. 
 
Hendri menyayangkan bahwa hal sebaliknya justru terjadi di Indonesia, yaitu ketika negara-negara lain mendesak pemerintah untuk mengimpor beras dari luar negeri dan mempermudah kebijakan masuknya barang bahkan disediakannya fasilitas perdagangannya. Padahal, imbuh Hendri, selisih harga yang lebih murah itu tidak sebanding dengan keadilan bagi petani dalam negeri yang mempunyai kapasitas untuk suplai pangan. “Apa yang dilakukan oleh pemerintah tidak mencerminkan perlindungan dan keberpihakan terhadap perekonomian nasional,” tegas perempuan yang masuk nominasi 100 perempuan berpengaruh di Indonesia tahun 2017 tersebut.
 
Hal senada juga disampaikan oleh Nazarudin Malik, prinsip ekonomi yang berkeadilan adalah keberpihakan ekonomi terhadap masyarakat papa atau lemah. “Bagaimana membangun keberpihakan bagi ekonomi masyarakat, ‘Aisyiyah seharusnya membuat kebijakan strategis, taktik, dan action untuk membangun keadilan ekonomi masyarakat Indonesia (dalam momentum Tanwir-I ‘Aisyiyah-red) hari ini.”