Kuliah Umum Dubes Australia di UNISA Yogyakarta Sampaikan Fokus Hubungan Diplomasi Indonesia-Australia

13 Maret 2019 15:16 WIB | dibaca 63

SLEMAN -- Melanjutkan silaturrahim dengan Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta dan Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah, Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Australia, Kristiarto S. Legowo beri Kuliah Umum bertajuk Peran Diplomasi Publik Dalam Meningkatkan Hubungan Indonesia-Australia pada Rabu (13/03). Menurut Warsiti, Rektor UNISA Yogyakarta, menghadirkan Dubes Australia dalam Kuliah Umum  bertajuk pentingnya peran diplomasi tersebut merupakan momen yang tepat dalam mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan. Warsiti dan civitas akademika UNISA menyambut baik kedatangan Dubes Australia beserta rombongan di Hall lantai 4 Gedung Siti Baroroh Baried di UNISA Yogyakarta, Jalan Ringroad Barat nomor 63, Gamping, Sleman.

Warsiti berharap Kuliah Umum tersebut memberikan manfaat kepada hadirin terutama mahasiswa yang mengikutinya. “Saya berharap kuliah umum ini bisa memberi manfaat bagi mahasiswa dan civitas akademika UNISA yang turut hadir dan mari nanti kita diskusikan bersama peluang-peluang yang bisa dilanjutkan dengan kerjasama ini, baik untuk mahasiswa maupun seluruh civitas akademika UNISA” ungkapnya.

Siti Noordjannah Djohantini, Ketua Umum PP ‘Aisyiyah dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas kehadiran Dubes dan jajarannya. Dalam kesempatan tersebut, Noordjannah juga menyampaikan perkembangan UNISA Yogyakarta sebagai satu-satunya kampus yang dibawahi langsung oleh ‘Aisyiyah. “Memasuki tahun ketiga dengan nama Universitas, Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah maupun Pimpinan UNISA terus berikhtiar untuk meningkatkan kualitas dan kebesaran perguruan yang di bawahi langsung oleh ‘Aisyiyah ini,” papar Noordjannah.

“UNISA saat ini sedang membangun gedung unit ketiga yang cukup memadai dengan sembilan lantai yang akan digunakan untuk tahun akademik mendatang. Itulah ikhtiar UNISA untuk memberikan fasilitas yang semakin baik bagi kepercayaan masyarakat,” imbuhnya.

Noordjannah berharap Kuliah Umum tersebut menjadi amal baik dan menambah wawasan para mahasiswa UNISA. “Calon kader generasi bangsa di UNISA ini saya harap dapat menyimak paparan Dubes untuk mendapatkan informasi yang luas dan mendapatkan banyak hal,” harapnya.

Dalam Kuliah Umum Peran Diplomasi Publik Dalam Meningkatkan Hubungan Indonesia-Australia, Kristiarto menyampaikan fokus dari Peran Diplomasi Publik Dalam Meningkatkan Hubungan Indonesia-Australia. Bagi Kristiarto, Australia merupakan Negara penting untuk Indonesia. “Australia merupakan aset dan pendukung bagi Indonesia. Maka kita perlu membangun hubungan dan hubungan yang sudah baik harus terus ditingkatkan,” ungkap Kristiarto.

Kristiarto menambahkan hubungan diplomasi Indonesia-Australia menjadi penting untuk mewujudkan empat prioritas tujuan diplomasi, yaitu kebutuhan akan NKRI dengan mendapatkan pengakuan dari Australia, kedua untuk peningkatan diplomasi ekonomi, ketiga perlunya perlindungan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di luar negeri dan keempat untuk berkontribusi bagi dunia. Hubungan baik yang telah dibangun antara Indonesia-Australia akan ditingkatkan dari hubungan kemitraan yang komprehensif, bersifat menyeluruh, di semua bidang kerjasama menjadi hubungan kemitraan strategis komprehensif.

“Dengan hubungan diplomasi ini bisa kita perkuat di bidang kerjasama maritim, pertahanan, ekonomi, konektivitas, dan sebagainya,” harapnya

Tak lupa, Kristiarto mengatakan bahwa kerja-kerja yang dilakukannya juga terkait dengan peran 'Aisyiyah-Muhammadiyah dalam dua hal, yakni pemberdayaan perempuan dan Islam. "Dalam konteks 'Aisyiyah-Muhammadiyah, mereka menjadi selalu menjadi mita kami. 'Aisyiyah dengan fokus pengelolaan organisasinya kepada pemberdayaan perempuan dan Muhammadiyah yang menjadi mitra melaksanakan diplomasi Islam di banyak negara," ujarnya.

Di akhir, Kristiarto juga berharap nantinya beberapa tahun yang akan datang ada mahasiswa UNISA yang akan menjadi duta besar dan berkuasa penuh Republik Indonesia untuk Australia. (AAM)