Dorong Partisipasi Perempuan dalam UU Desa Melalui TOT

03 Februari 2016 17:10 WIB | dibaca 903

TOT di PP ‘Aisyiyah (Foto : Dok. ‘Aisyiyah)

 

Yogyakarta- Training of trainer akan menjadi langkah awal menggerakkan masyarakat di tingkat akar rumput. Hal ini menjadi dakwah nyata ‘Aisyiyah untuk menjadi gerakan central di abad kedua. Menggerakkan komunitas di akar rumput dengan isu kekinian seperti UU Desa menjadi pilar pertama gerakan ‘Aisyiyah yang diikuti amal usaha sebagai pilar kedua.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini saat hadir dalam TOT Mendorong Partisipasi Perempuan dalam Perencanaan Pembangunan Desa yang digelar di kantor PP ‘Aisyiyah pada Sabtu (30/01).

Noordjannah menambahkan, TOT juga digagas karena ‘Aisyiyah sedang fokus dengan model Qoryah Thoyyibah (QT) yang sedang menjadi pembahasan di tingkat pusay. “Model QT ini kita implementasikan melalui sinergitas ‘Aisyiyah dalam membangun masyarakat dengan program pemerintah dalam UU Desa,” ujar Noordjannah

Untuk itu, menurut Noordjannah kehadiran pelatih-pelatih handal dalam isu kekinian sangat penting dalam mendukung tercapainya program ‘Aisyiyah.

“Di organisasi selalu ada orang-orang yang menekuni itu. Ini upaya semoga kita tidak terlambat. Di awal periode ini menggunakan berbagai isu. Sekarang memakai UU Desa, kita ingin mempunyai trainer yang mampu menghubungkan antara kepentingan ‘Aisyiyah dan kepentingan isu tadi. Ada dua hal yang harus dibangun,” kata Noordjannah.

Ke depan, Noordjannah berharap, pelatih bisa mengkontekskan ideologi ‘Aisyiyah-Muhammadiyah dalam berbagai isu kekinian. Salah satu ideologi yang bisa dikontekskan adalah Fiqih Al-Maun. (Mids)