Dimulainya Penguatan Kepemimpinan Perempuan Melalui BSA di Mamuju

06 Maret 2017 11:06 WIB | dibaca 800

 

Pimpinan Pusat 'Aisyiyah terus meluaskan jangkauan dalam pemberdayaan perempuan di berbagai bidang. Salah satunya adalah dengan mengembangkan Balai Sakinah 'Aisyiyah (BSA) di daerah sasaran yang ada di Mamuju, Sulawesi Barat.

PPA 'Aisyiyah dalam program Maju Perempuan Indonesia untuk Penanggulangan Kemiskinan tersebut memulai kerjanya bersama Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Mamuju dengan melaksanakan pelatihan serta workshop bagi para kader yang nanti akan mendampingi perkumpulan BSA di desa sasaran. Kegiatan pelatihan dan workshop yang dilaksanakan selama tiga hari yakni 3-5 Maret 2017 di hotel Berkah Mamuju tersebut diikuti olh 72 kader dari tiga kecamatan dan enam desa program.

    

Disampaikan oleh Rhena J. Tapion selaku koordinator program MAMPU 'Aisyiyah Mamuju, materi kegiatan diisi langsung oleh tim dari Pimpinan Pusat 'Aisyiyah dan juga mengundang pihak dari Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju yakni Rafaela Tandi Panggalo sebagai Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Mamuju yang mengisi materi tentang isu-isu kesehatan reproduksi dan Kebijakan Pemerintah tentang ASI-KB-IVA dan Sadarnis, Gizi, serta Jaminan Kesehatan Nasional.                    

Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini menurut Rhena adalah untuk meningkatkan kemampuan para kader. "Dari kegiatan ini para kader bisa memiliki pemahaman tentang isu kepemimpinan perempuan dan kesehatan reproduksi dengan pendekatan hak perempuan, memiliki keterampilan dalam melakukan pengorganisasian dan advokasi di tingkt komunitas juga agar para kader bisa menyusun rencana aksi dalam mengorganisir komunitas melalui BSA," jelas Rhena.                       

    

Saat ditanya tentang harapan ke depannya, Rhena menyampaikan agar dari kegiatan BSA di Mamuju bisa meningkatkan pengetahuan perempuan di daerah program. "Kami berharap akan meningkatkan pengetahuan tentang kespro dan hak-hak sebagai perempuan selain itu juga sebagai media dakwah 'Aisyiyah sehingga bisa semakin dikenal di akar rumput," tutup Rhena. (Suri)